Batique Batik Andalkan Ciri Khas Batik Warna Alami, Bidik Pasar Mancanegara

SLEMAN – Berawal dari kelompok batik binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Batique Batik kini berkembang menjadi usaha mandiri yang terus memperluas pasar. Produsen batik asal Bumi Sembada ini tak hanya memproduksi fesyen, tetapi juga mengembangkan edukasi membatik dan pemasaran digital untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Batique Batik beralamat di Papringan RT 06/RW 25, Padukuhan Bedog, Trihanggo, Gamping. Berdiri pada 2017, usaha ini berawal dari Kelompok Batik Mekar Lestari Trihanggo sebelum berkembang menjadi usaha mandiri.
Baca Juga: Bajaj Ancam Eksistensi Becak dan Andong, DPRD Kota Jogja Kaji Pembatasan Bajaj di Sumbu Filosofi
Pemilik Batique Batik Haryati Soeroso mengatakan, usahanya berfokus pada produksi batik, mulai dari pengolahan kain mentah menjadi kain bahan hingga busana seperti kemeja, rok, dan berbagai produk turunannya. “Jenis produk yang kami tawarkan meliputi batik cap, batik tulis kombinasi, batik tulis, serta penggunaan warna alam dan sintetis," ujar Haryati kepada Radar Jogja, Senin (26/10).
Selain memproduksi busana, Batique Batik juga menggelar lokakarya dan pelatihan membatik bagi berbagai kalangan, mulai orang dewasa hingga anak-anak. Berbekal sertifikat yang dimiliki, usaha ini rutin menjadi narasumber pelatihan membatik, baik di dalam maupun luar Pulau Jawa.
Baca Juga: Di Tengah Periode Sulit Bersama PSIM Jogja, Cahya Supriadi Paksa Diri Fokus dan Berikan yang Terbaik
Dalam menjalankan usaha, Batique Batik mengandalkan sejumlah keunggulan. Haryati menjelaskan, bahan dan material diperoleh langsung dari pihak pertama sehingga harga produk lebih bersaing dengan kualitas tetap terjaga. Produk Batique Batik dibanderol mulai Rp125 ribu hingga Rp1,5 juta.
Keunikan lainnya terletak pada desain yang dikembangkan secara mandiri sehingga produknya memiliki ciri khas. Pelanggan juga dapat memesan produk dengan desain khusus sesuai keinginan.
Untuk memperluas pasar, Batique Batik mengandalkan rekomendasi pelanggan setia yang kembali memesan sekaligus mengenalkan produknya kepada pembeli baru. Pemasaran digital dilakukan melalui Instagram @Batique_batik dan @Batique batik.id, serta status WhatsApp.
Produk Batique Batik juga tersedia di galeri Yogyakarta International Airport (YIA), galeri Dekranasda Sleman, serta sejumlah destinasi wisata di Jogjakarta.
Ke depan, Batique Batik berharap dapat memperluas pemasaran ke pasar internasional. Langkah ini diharapkan membuka peluang untuk memperkenalkan batik khas Sleman kepada konsumen mancanegara. “Semoga kami bisa diajak ke luar negeri untuk mengenalkan produk kami,” harapnya. (inu/eno)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




