Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Status Gunung Merapi Hari Ini 22 Oktober 2026, Guguran Lava Meluncur 1,5 Km ke Kali Krasak

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi.

Advertisement

 SLEMAN - Suasana fajar di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah terasa menyimpan misteri tersendiri pada Kamis dini hari. Keheningan alam Lereng Merapi kembali diuji oleh pergerakan material vulkanik dari puncak gunung.

​Raksasa batu setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut memancarkan denyut kehidupannya yang begitu membekas. Wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, hingga Klaten kembali bersiaga menjaga napas sang gunung.

​Laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi memaparkan dinamika gunungapi terkini. Pengamatan intensif dilakukan sepanjang periode nol nol hingga nol enam WIB pada 22 Oktober 2026.

Advertisement

​Berdasarkan pantauan visual, cuaca di sekitar area puncak tampak begitu cerah berkat tiupan angin tenang ke arah barat. Suhu udara dingin merayap pelan di angka 16,5 hingga 19 derajat Celsius.

​Puncak kawah Gunung Merapi terlihat sangat jelas tanpa terhalang gumpalan kabut tebal. Asap kawah berwarna putih tipis melayang tenang dengan ketinggian mencapai 25 meter di atas puncak kawah.

​Pemandangan visual yang terkesan damai tersebut rupanya menyimpan gejolak tersendiri di dalam perut bumi. Instrumen pemantauan merekam aktivitas kegempaan yang menandakan tingginya energi di dalam tubuh Merapi.

Advertisement

​Dalam kurun waktu enam jam pengamatan, tercatat dua kali luncuran guguran lava pijar yang cukup menyita perhatian. Material panas tersebut meluncur deras mengarah ke sektor barat daya.

​Aliran material guguran lava melintasi kawasan Kali Krasak serta Kali Sat atau Putih secara beruntun. Jarak luncur maksimum yang berhasil teramati petugas mencapai hingga 1.500 meter dari puncak.

​Tidak hanya itu, seismograf BPPTKG juga mendeteksi 12 kali gempa guguran dengan durasi bervariasi. Amplitudo gelombang terekam mulai dari 1 hingga 10 milimeter dengan durasi terlama 136,5 detik.

​Gejolak magma di bawah permukaan kawah terus memicu getaran yang terekam secara intensif. Petugas mencatat adanya dua kali kejadian tremor non-harmonik dengan rentang durasi cukup panjang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Update Gunung Merapi Sleman-Klaten, Rekomendasi Jarak Aman dan Risiko Erupsi

Update Gunung Merapi Sleman-Klaten, Rekomendasi Jarak Aman dan Risiko Erupsi

Gunung Merapi masih berada di Level III Siaga. Puluhan getaran gempa terdeteksi menandakan suplai magma tetap berlangsung di perut gunung. BPPTKG mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi lahar hujan.

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diimbau Waspada Lahar dan Awan Panas 

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diimbau Waspada Lahar dan Awan Panas 

Gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru, kembali meletus pada Selasa (29/9/2026) pukul 07.41 WIB. Erupsi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter...

Status Gunung Merapi Masih Siaga, Berikut Rincian Aktivitas Terbaru dan Potensi Bahaya Erupsi

Status Gunung Merapi Masih Siaga, Berikut Rincian Aktivitas Terbaru dan Potensi Bahaya Erupsi

Laporan aktivitas terbaru Gunung Merapi pada tingkat Level III (Siaga). Ratusan guncangan gempa dan luncuran lava pijar sejauh 1,8 km terdeteksi, warga diimbau tetap waspada.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer