Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merapi Masih Siaga Level III, Lava Pijar Meluncur 2 Kilometer ke Kali Bebeng, Warga Minta Waspada

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
ILUSTRASI: Rekomendasi Resmi BPPTKG: Sektor Selatan dan Barat Daya Merapi Siaga Tinggi
ILUSTRASI: Rekomendasi Resmi BPPTKG: Sektor Selatan dan Barat Daya Merapi Siaga Tinggi

Advertisement

 SLEMAN - Gemuruh sunyi kembali menyelimuti lereng Gunung Merapi pada 15 Oktober 2026. Di balik indahnya cuaca cerah Yogyakarta dan Jawa Tengah, sang gunung purba menunjukkan denyut kehidupan yang tak pernah benar-benar tertidur.

​Laporan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi mencatat sembilan kali guguran lava pijar. Lidah api itu meluncur deras menghujam sektor barat daya, mengular sejauh dua kilometer menuju Kali Bebeng.

​Secara visual, Puncak Merapi tampak berdiri megah di ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut. Hembusan asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang membumbung tenang setinggi seratus meter ke udara.

Advertisement

​Ketenangan tampak luar itu nyatanya berbanding terbalik dengan kondisi perut bumi yang bergejolak. Petugas pengamat merekam getaran hebat yang menandakan cairan magma terus mendesak naik mencari jalan keluar.

​Catatan seismograf didominasi oleh gempa guguran yang tercipta sebanyak 63 kali kejadian. Selain itu, gempa fase banyak atau hybrid terdeteksi hingga 84 kali, mempertegas tingginya tekanan energi dari dalam punden gunung.

​Denyut gempa vulkanik dangkal sebanyak sembilan kali turut memperkuat indikasi pergerakan magma dekat kawah. Satu getaran tremor non-harmonik beramplitudo tinggi juga terekam melengkapi catatan kegempaan harian sang gunung.

Advertisement

​Pihak BPPTKG mengonfirmasi bahwa suplai cairan magma segar dari kedalaman bumi masih berlangsung aktif. Dinamika ini menyimpan potensi bahaya berupa awan panas guguran yang bisa menyapu lereng kapan saja.

​Kawasan berisiko tinggi saat ini dipusatkan pada sektor selatan hingga barat daya. Aliran Sungai Boyong disiagakan hingga radius lima kilometer, sementara Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng capai tujuh kilometer.

​Pada sektor tenggara, kawasan Sungai Woro dan Sungai Gendol juga masuk dalam peta rawan bencana. Skenario letusan eksplosif bahkan diperkirakan mampu melemparkan material vulkanik padat sejauh tiga kilometer dari titik puncak.

​Bahaya tak hanya bersumber dari dalam puncak, tetapi juga ancaman sekunder dari langit. Guyuran hujan deras di area puncak sangat berpotensi memicu banjir lahar dingin yang meluncur cepat ke pemukiman.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

19 Orang Kena OTT KPK Bareng Bupati Klaten Hamenang, Ada ASN dan Swasta

19 Orang Kena OTT KPK Bareng Bupati Klaten Hamenang, Ada ASN dan Swasta

Teka-teki tentang operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Klaten akhirnya terjawab. Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan pihaknya melakukan OTT terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar

Diduga Terjaring OTT KPK, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Dibawa ke Polresta

Diduga Terjaring OTT KPK, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Dibawa ke Polresta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah pada Kamis (15/10/2026) pagi. Dalam operasi senyap tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo...

Pengembangan OTT Sumut 2025, KPK Tetapkan 8 Orang Jadi Tersangka

Pengembangan OTT Sumut 2025, KPK Tetapkan 8 Orang Jadi Tersangka

KPK kembali menetapkan 8 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara. Pengembangan perkara OTT 2025 ini turut menyeret sejumlah pihak dari BBPJN Sumut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer