Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Update Status Gunung Merapi 7 Oktober 2026, 14 Gempa Guguran, BPPTKG Ingatkan Bahaya Awan Panas

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
ILUSTRASI: Di Balik Pagi yang Teduh, Gunung Merapi Simpan Gejolak Magma: Warga di Empat Kabupaten Harap Waspada!
ILUSTRASI: Di Balik Pagi yang Teduh, Gunung Merapi Simpan Gejolak Magma: Warga di Empat Kabupaten Harap Waspada!

Advertisement

 SLEMAN - Gunung Merapi selalu memiliki cara tersendiri untuk menyapa warga yang bermukim di lerengnya. Di balik kegagahan puncaknya yang sering kali memanjakan mata, gunung api yang membelah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini masih terus menyimpan energi besar yang belum sepenuhnya terlepas.

Pada Rabu pagi, 7 Oktober 2026, cuaca di sekitar puncak Merapi terasa begitu syahdu dan berawan. Hembusan angin yang bertiup lemah ke arah timur dan barat menemani aktivitas pagi warga, sementara suhu udara yang cukup sejuk berkisar antara 17,3 hingga 27,7 derajat Celcius memberikan nuansa damai di sekitar lereng.

Secara visual, pesona gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut ini tampak cukup jelas, meski sesekali diselimuti kabut tipis berskala 0-II hingga 0-III. Pada periode pengamatan dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB tersebut, tidak terlihat adanya kepulan asap kawah yang biasanya menjadi pemandangan ikonik gunung ini.

Advertisement

Namun, ketenangan visual yang disajikan Merapi di permukaan berbanding terbalik dengan gejolak yang tengah terjadi di dalam perut bumi. Berdasarkan laporan resmi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), aktivitas vulkanik gunung ini sama sekali belum mereda.

Hal ini dibuktikan dengan terekamnya 14 kali gempa guguran hanya dalam waktu enam jam. Gempa-gempa guguran tersebut tercatat memiliki amplitudo antara 2 hingga 20 milimeter, dengan durasi getaran yang cukup panjang, yakni merambat dari 53,94 hingga 133,64 detik.

Advertisement

Tidak hanya gempa guguran, instrumen seismik BPPTKG juga menangkap adanya 20 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak. Gempa yang mengindikasikan adanya pergerakan fluida atau magma di kedalaman dangkal ini memiliki amplitudo 2 hingga 33 milimeter dengan durasi mencapai 38,21 detik.

Tingginya intensitas kegempaan ini menjadi sinyal alarm yang tidak boleh diabaikan. Tim penyusun laporan, Erwin Widyon dan Yulianto, menegaskan bahwa data pemantauan secara konsisten menunjukkan bahwa suplai magma dari dalam perut Merapi masih terus berlangsung hingga detik ini.

Kondisi suplai magma yang belum berhenti tersebut membawa potensi ancaman yang sangat nyata. Sewaktu-waktu, tumpukan material vulkanik di puncak dapat runtuh dan memicu terjadinya awan panas guguran yang mematikan di dalam kawasan zona merah.

Mengingat tingginya ancaman ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih dengan tegas dipertahankan pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya utama saat ini mengintai sektor selatan dan barat daya, meliputi aliran Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga jarak 7 kilometer.

Sementara itu, untuk sektor tenggara, ancaman guguran lava dan awan panas membayangi aliran Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga radius 5 kilometer. Jika terjadi letusan yang bersifat eksplosif, lontaran material batu dan kerikil vulkanik diprediksi mampu meluluhlantakkan area dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Laga Kontra Persija Digelar Sore di SSA, Penyesuaian Kick-off Jadi Langkah Mitigasi Keamanan

Laga Kontra Persija Digelar Sore di SSA, Penyesuaian Kick-off Jadi Langkah Mitigasi Keamanan

Pertandingan PSIM Jogja kontra Persija Jakarta pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 dipastikan digelar sore hari di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul. Perubahan waktu kick-off dari malam ke sore dilakukan ...

Dinas PUPESDM DIY Lakukan Indentifikasi dan Mitigasi di Kawasan Rawan Longsor Perbukitan Menoreh

Dinas PUPESDM DIY Lakukan Indentifikasi dan Mitigasi di Kawasan Rawan Longsor Perbukitan Menoreh

Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY baru saja mengadakan focus group discussion (FGD) tentang standar pelayanan minimal (SPM) lokasi ...

DIY Punya Gunung Merapi dan Sesar Opak, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Mitigasi Bencana

DIY Punya Gunung Merapi dan Sesar Opak, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Mitigasi Bencana

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mendesak Pemda DIY lebih serius mengalokasikan anggaran guna peningkatan kapasitas penanggulangan bencana. Fokus utamanya, memperkuat pelatihan dan simulasi penanganan bencana ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer