Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Masih Berstatus Siaga, 92 Kali Guguran Lava Terjadi Sepanjang Hari

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

Advertisement

 SLEMAN — Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih terpantau tinggi. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode 23 Agustus 2026, gunung berapi setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut itu masih berstatus Level III (Siaga).

Sepanjang hari, kegempaan Merapi didominasi oleh gempa guguran yang tercatat sebanyak 92 kali dengan amplitudo 2 hingga 52 milimeter dan durasi hingga 179 detik. Selain itu, terjadi pula 63 gempa hybrid atau fase banyak, 5 gempa vulkanik dangkal, dan 1 gempa tektonik jauh.

Dari pengamatan visual, kondisi cuaca di sekitar puncak bervariasi dari cerah, berawan, hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat, dengan suhu udara berkisar antara 14,3 hingga 25,8 derajat Celsius. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, membumbung setinggi 40 hingga 100 meter di atas puncak kawah.

Advertisement

Tim pengamat juga melaporkan adanya 12 kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Krasak dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter. Satu guguran lainnya teramati mengarah ke Kali Apu dengan jarak luncur 500 meter.

BPPTKG mengingatkan bahwa potensi bahaya saat ini masih berupa guguran lava dan awanpanas guguran (APG) yang dapat menyebar di sektor selatan-barat daya. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi aliran Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Di sektor tenggara, ancaman mengarah ke Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km). Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dapat terlontar hingga radius 3 km dari puncak.

Advertisement

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, sehingga potensi awanpanas guguran di dalam daerah bahaya tetap mengancam. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona rawan bencana.

Selain itu, kewaspadaan terhadap bahaya lahar dan awanpanas guguran perlu ditingkatkan, terutama saat hujan turun di sekitar Gunung Merapi. Masyarakat juga diimbau mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik apabila terjadi erupsi.

Status aktivitas Merapi akan segera ditinjau kembali jika terjadi perubahan signifikan. Informasi terkini dapat diakses melalui laman resmi MAGMA Indonesia di https://magma.esdm.go.id.

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Merapi Masih Siaga, 112 Guguran Terekam dan Lava Meluncur hingga 2 Kilometer

Merapi Masih Siaga, 112 Guguran Terekam dan Lava Meluncur hingga 2 Kilometer

Gunung Merapi masih berstatus Level III Siaga. Pada 22 Agustus 2026 tercatat 112 guguran dan dua kali guguran lava sejauh 2 kilometer.

Merapi Tidak Tidur, 106 Kali Guguran dan 8 Luncuran Lava Sejauh 2 KM, Status Masih Level III Siaga

Merapi Tidak Tidur, 106 Kali Guguran dan 8 Luncuran Lava Sejauh 2 KM, Status Masih Level III Siaga

Laporan BPPTKG 21 Agustus 2026 catat aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Terjadi 106 guguran dan 8 luncuran lava 2 km. Status Level III Siaga.

Aktivitas Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai 2 Km

Aktivitas Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai 2 Km

Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas signifikan dengan guguran lava sejauh 2 km ke arah barat daya. BPPTKG menegaskan status Siaga masih berlaku dan masyarakat diminta waspada terhadap potensi awan panas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer