Merapi Siaga! Awan Panas Guguran Meluncur 1,8 Kilometer ke Kali Boyong, BPPTKG Beri Peringatan Dini

SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta kembali menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), terpantau dua kali awan panas guguran (APG) meluncur ke arah Kali Boyong pada periode pengamatan Selasa, 7 April 2026.
Dalam laporan periode 00:00-24:00 WIB, petugas BPPTKG Surtno dan Yulianto mencatat jarak luncur maksimum awan panas mencapai 1.800 meter (1,8 km). Selain awan panas, guguran lava pijar juga masih intens terjadi.
"Teramati 44 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter," tulis laporan resmi BPPTKG tersebut.
Secara visual, gunung terlihat jelas meski terkadang tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih terpantau dengan intensitas tipis hingga tebal, membubung setinggi 25-50 meter di atas puncak kawah.
Baca Juga: Pantai Masih Jadi Andalan, Tiga Hari Libur Paskah PAD Wisata di Gunungkidul Tembus Rp 1,2 Miliar
Tingginya aktivitas magma di perut Merapi tercermin dari data kegempaan yang terekam:
Awan Panas Guguran: 2 kali (Amplitudo 17-51 mm, durasi hingga 111,6 detik).
Guguran: 149 kali (Amplitudo 2-34 mm).
Hybrid/Fase Banyak: 82 kali (Menandakan adanya suplai magma yang masih berlangsung).
Tektonik Jauh: 3 kali.
Kondisi meteorologi di sekitar puncak Merapi tercatat mengalami hujan dengan volume curah hujan mencapai 45 mm per hari. Suhu udara berada di kisaran 17.9-23 °C dengan kelembaban tinggi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




