Update Gunung Merapi 27 Maret 2026: Status Siaga, 142 Kali Guguran & Lava Luncur 2 Kilometer

YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah masih tercatat tinggi. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 24 jam terakhir, Jumat (27/03/2026), gunung dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini masih berstatus Level III (Siaga).
Sepanjang periode pengamatan dari pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, tercatat terjadi peningkatan kegempaan yang signifikan. Masyarakat di sekitar lereng Merapi diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di zona potensi bahaya yang telah ditetapkan.
Secara visual, kondisi Gunung Merapi pada periode ini tampak jelas hingga tertutup kabut tipis hingga tebal (kabut 0-I hingga 0-III). Petugas di pos pengamatan mendeteksi adanya embusan asap kawah berwarna putih dengan tekanan lemah. Asap tersebut teramati meluncur setinggi 50 meter dari atas puncak kawah.
Kondisi meteorologi di sekitar gunung terpantau cerah hingga mendung. Angin bertiup tenang dengan arah dominan ke timur dan utara. Suhu udara berkisar antara 18.6 hingga 25.6 derajat Celcius, dengan kelembaban udara 77.7 hingga 99 persen, serta tekanan udara antara 871 hingga 916.5 mmHg.
Baca Juga: Banyak Diminati, Treatment Laser Bisa Hilangkan Bekas Luka Timbul Maupun Cekung Akibat Kecelakaan
Data kegempaan yang dirilis oleh BPPTKG menunjukkan adanya aktivitas seismik yang cukup intens dalam 24 jam terakhir. Berikut rinciannya:
· Guguran: Terjadi 142 kali dengan amplitudo 2-44 mm dan durasi 32.45 hingga 196.72 detik.
· Hybrid/Fase Banyak: Terjadi 101 kali dengan amplitudo 2-79 mm, S-P 0.2-0.9 detik, dan durasi 7.22-57.1 detik.
· Vulkanik Dangkal: Terjadi 4 kali dengan amplitudo 15-80 mm, durasi 11.11-19.48 detik.
· Tektonik Jauh: Terjadi 1 kali dengan amplitudo 9 mm dan durasi 85.7 detik.
Selain gempa, petugas juga mengamati 25 kali kejadian guguran lava yang mengarah ke sektor Barat Daya. Material vulkanik ini meluncur melalui alur Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, hingga Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




