Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Update Gunung Merapi 27 Maret 2026: Status Siaga, 142 Kali Guguran & Lava Luncur 2 Kilometer

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

Advertisement

 YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah masih tercatat tinggi. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 24 jam terakhir, Jumat (27/03/2026), gunung dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini masih berstatus Level III (Siaga). 

Sepanjang periode pengamatan dari pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, tercatat terjadi peningkatan kegempaan yang signifikan. Masyarakat di sekitar lereng Merapi diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di zona potensi bahaya yang telah ditetapkan.

Secara visual, kondisi Gunung Merapi pada periode ini tampak jelas hingga tertutup kabut tipis hingga tebal (kabut 0-I hingga 0-III). Petugas di pos pengamatan mendeteksi adanya embusan asap kawah berwarna putih dengan tekanan lemah. Asap tersebut teramati meluncur setinggi 50 meter dari atas puncak kawah.

Advertisement

Kondisi meteorologi di sekitar gunung terpantau cerah hingga mendung. Angin bertiup tenang dengan arah dominan ke timur dan utara. Suhu udara berkisar antara 18.6 hingga 25.6 derajat Celcius, dengan kelembaban udara 77.7 hingga 99 persen, serta tekanan udara antara 871 hingga 916.5 mmHg.

Data kegempaan yang dirilis oleh BPPTKG menunjukkan adanya aktivitas seismik yang cukup intens dalam 24 jam terakhir. Berikut rinciannya:

Advertisement

· Guguran: Terjadi 142 kali dengan amplitudo 2-44 mm dan durasi 32.45 hingga 196.72 detik.

· Hybrid/Fase Banyak: Terjadi 101 kali dengan amplitudo 2-79 mm, S-P 0.2-0.9 detik, dan durasi 7.22-57.1 detik.

· Vulkanik Dangkal: Terjadi 4 kali dengan amplitudo 15-80 mm, durasi 11.11-19.48 detik.

· Tektonik Jauh: Terjadi 1 kali dengan amplitudo 9 mm dan durasi 85.7 detik.

Selain gempa, petugas juga mengamati 25 kali kejadian guguran lava yang mengarah ke sektor Barat Daya. Material vulkanik ini meluncur melalui alur Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, hingga Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Gunung Merapi muntahkan guguran lava sejauh 1,5 km ke Kali Krasak pada siang 4 November 2026. BPPTKG catat 25 kali gempa guguran. Berstatus Siaga Level III, warga dilarang keras dekati zona bahaya awan panas dan lahar.

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi pada 28 Oktober 2026 pagi. BPPTKG mencatat puluhan gempa guguran terjadi di perut gunung. Status masih Siaga Level III, warga diimbau jauhi zona bahaya dan waspada lahar dingin.

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Gunung Merapi kembali aktif pada 27 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 14 gempa guguran, 1 tremor non-harmonik, dan 8 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkapnya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer