Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Siaga, Luncurkan Guguran Lava 1.500 Meter ke arah Kali Sat/Putih

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯

Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.


Advertisement

YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berstatus Siaga (Level III) kembali menunjukkan eskalasi signifikan. Berdasarkan laporan periodik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode 7 Maret 2026, terjadi guguran lava dengan jarak luncur mencapai 1.500 meter mengarah ke barat daya.

Kepala BPPTKG, melalui petugas penyusun laporan Suraji dan Suratno, merilis data terbaru aktivitas gunung yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (Sleman) dan Jawa Tengah (Magelang, Boyolali, Klaten) ini. Sepanjang hari Sabtu (7/3/2026) pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, teramati satu kali guguran lava dengan amplitudo signifikan.

"Teramati 1 Kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter," demikian bunyi keterangan resmi BPPTKG yang diterima Redaksi Radar Jogja, Minggu (8/3/2026).

Advertisement

Dominasi Gempa Guguran dan Hybrid

Dari sisi kegempaan, selama 24 jam terakhir sensor mencatat dominasi gempa guguran dan gempa hybrid/fase banyak yang mengindikasikan pergerakan magma di kedalaman.

· Gempa Guguran: Terjadi sebanyak 72 kali dengan amplitudo 2-204 mm. Durasi gempa bervariasi antara 38.2 detik hingga 179.97 detik.

Advertisement

· Gempa Hybrid/Fase Banyak: Tercatat 63 kali kejadian dengan amplitudo 2-49 mm. Gempa ini memiliki selisih waktu gelombang S-P (S-P) selama 0.2-0.9 detik dengan durasi 7.32 hingga 47.3 detik.

· Tektonik Jauh: Terjadi 2 kali dengan amplitudo 5-8 mm.

Selain itu, kondisi visual gunung tertutup kabut dengan tingkat keteramatan 0 hingga III. Asap kawah tidak teramati dari pos pengamatan. Adapun cuaca di sekitar puncak berawan hingga mendung dengan suhu udara berkisar 17-22.6 derajat Celcius. Volume curah hujan tercatat mencapai 18 mm per hari, yang patut diwaspadai karena berpotensi memicu lahar dingin.

Rekomendasi BPPTKG: Waspada Lava dan Awan Panas

Dengan masih tingginya aktivitas dan suplai magma yang terus berlangsung, BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah:

1. Potensi Bahaya: Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.

   · Sektor Selatan-Barat Daya: Mencakup Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.

   · Sektor Tenggara: Mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.

   · Lontaran Material: Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Ancaman Lahar dan APG: Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

3. Abu Vulkanik: Warga diimbau mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, termasuk kesehatan dan kelancaran penerbangan.

4. Evaluasi Level: Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Data pemantauan terkini menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan.

Pihak BPPTKG terus memantau perkembangan aktivitas gunung berapi paling aktif di Indonesia ini. Masyarakat dapat mengakses informasi terkini melalui laman resmi MAGMA Indonesia atau media sosial resmi PVMBG. (iwa) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Gunung Merapi muntahkan guguran lava sejauh 1,5 km ke Kali Krasak pada siang 4 November 2026. BPPTKG catat 25 kali gempa guguran. Berstatus Siaga Level III, warga dilarang keras dekati zona bahaya awan panas dan lahar.

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi pada 28 Oktober 2026 pagi. BPPTKG mencatat puluhan gempa guguran terjadi di perut gunung. Status masih Siaga Level III, warga diimbau jauhi zona bahaya dan waspada lahar dingin.

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Gunung Merapi kembali aktif pada 27 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 14 gempa guguran, 1 tremor non-harmonik, dan 8 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkapnya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer