Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Update Gunung Merapi Hari Ini: 19 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur Capai 2 Kilometer

E
Penulis: Editor Content❯

Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.


Advertisement

SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunjukkan intensitas yang tinggi. Berdasarkan laporan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), teramati belasan guguran lava pijar yang mengarah ke sektor Barat Daya.

Dalam periode pengamatan Senin (23/2/2026) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, petugas pengamat Gunung Merapi mencatat adanya 19 kali guguran lava.

"Teramati 19 kali guguran lava ke arah Barat Daya, tepatnya ke arah Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter (2 km)," tulis laporan resmi dari penyusun laporan BPPTKG, Suratno dan Yulianto.

Advertisement

Kondisi Visual dan Meteorologi

Secara visual, gunung api dengan ketinggian 2968 mdpl ini lebih banyak tertutup kabut (0-I hingga 0-III), sehingga asap kawah tidak teramati dengan jelas dari pos pemantauan.

Kondisi cuaca di sekitar puncak dilaporkan berawan dan mendung dengan angin bertiup tenang ke arah barat, timur, dan utara. Suhu udara berkisar antara 18.3°C hingga 22.44°C dengan kelembaban mencapai 98.9%.

Advertisement

Data Kegempaan yang Signifikan

Selain guguran lava, instrumen BPPTKG juga merekam aktivitas kegempaan yang cukup masif, yang menandakan suplai magma dari dalam perut bumi masih terus berlangsung:

 * Gempa Guguran: 118 kali (Amplitudo 2-39 mm, Durasi 33.97-193.52 detik).

 * Gempa Hybrid/Fase Banyak: 72 kali (Amplitudo 2-39 mm).

 * Gempa Tektonik Jauh: 3 kali.

Tingginya jumlah gempa fase banyak ini memperkuat indikasi bahwa tekanan magma di dalam tubuh gunung masih aktif dan berpotensi memicu munculnya awan panas guguran (APG) sewaktu-waktu.

Status Siaga (Level III) dan Rekomendasi Bahaya

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih bertahan di Level III (Siaga). BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten:

 * Sektor Selatan-Barat Daya: Masyarakat dilarang beraktivitas di alur Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).

 * Sektor Tenggara: Potensi bahaya di Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).

 * Ancaman Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

 * Waspada Lahar Dingin: Masyarakat diminta waspada terhadap bahaya lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di hulu sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

BPPTKG juga menghimbau masyarakat untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta BPBD setempat. Data pemantauan akan terus ditinjau kembali jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. (iwa)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Gunung Merapi muntahkan guguran lava sejauh 1,5 km ke Kali Krasak pada siang 4 November 2026. BPPTKG catat 25 kali gempa guguran. Berstatus Siaga Level III, warga dilarang keras dekati zona bahaya awan panas dan lahar.

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi pada 28 Oktober 2026 pagi. BPPTKG mencatat puluhan gempa guguran terjadi di perut gunung. Status masih Siaga Level III, warga diimbau jauhi zona bahaya dan waspada lahar dingin.

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Gunung Merapi kembali aktif pada 27 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 14 gempa guguran, 1 tremor non-harmonik, dan 8 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkapnya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer