Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Erupsi Hari Ini: 25 Guguran Lava Meluncur ke Kali Bebeng dan Krasak, Status Siaga

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.

SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih menunjukkan intensitas yang tinggi. Berdasarkan laporan aktivitas periode 17 Februari 2026, tercatat sebanyak 25 kali guguran lava pijar meluncur dari puncak Merapi menuju arah Barat Daya.


Advertisement

Pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat jarak luncur maksimum guguran lava tersebut mencapai 2.000 meter (2 km) yang mengarah ke hulu Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.

Kondisi Visual dan Meteorologi

Meskipun puncak Merapi sering tertutup kabut (skala 0-III), asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal setinggi 25 meter di atas puncak. Kondisi meteorologi di sekitar gunung didominasi cuaca mendung dan hujan dengan volume curah hujan mencapai 25 mm per hari.

Advertisement

"Suplai magma saat ini masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tulis laporan resmi yang disusun oleh petugas pengamat Ngadiyo dan Tri Mujiyanta.

Data Kegempaan Meningkat

BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan yang cukup masif dalam kurun waktu 24 jam, di antaranya:

Advertisement

Gempa Guguran: 102 kali (Amplitudo 2-26 mm).

Gempa Hybrid/Fase Banyak: 87 kali (Amplitudo 2-38 mm).

Gempa Vulkanik Dangkal: 3 kali.

Gempa Low Frekuensi: 1 kali.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diminta untuk mematuhi radius bahaya yang telah ditetapkan:

Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).

Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).

Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak gunung.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Merapi diimbau untuk mewaspadai bahaya lahar dingin dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan. Selain itu, warga diharapkan selalu siap sedia masker untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi besar. (iwa) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Gunung Merapi muntahkan guguran lava sejauh 1,5 km ke Kali Krasak pada siang 4 November 2026. BPPTKG catat 25 kali gempa guguran. Berstatus Siaga Level III, warga dilarang keras dekati zona bahaya awan panas dan lahar.

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi pada 28 Oktober 2026 pagi. BPPTKG mencatat puluhan gempa guguran terjadi di perut gunung. Status masih Siaga Level III, warga diimbau jauhi zona bahaya dan waspada lahar dingin.

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Gunung Merapi kembali aktif pada 27 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 14 gempa guguran, 1 tremor non-harmonik, dan 8 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkapnya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer