Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Meluncur 1,5 Km ke Kali Boyong

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat. Senin (2/2/2026), satu kali awan panas guguran terpantau meluncur ke arah barat daya melalui Kali Boyong dengan jarak luncur sekitar 1,5 kilometer.


Advertisement

Status Gunung Merapi hingga kini masih berada pada Level III atau Siaga.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, awan panas guguran tersebut terekam selama periode pengamatan pukul 00.00–24.00 WIB.

Selain itu, aktivitas guguran lava masih terjadi secara intens di sejumlah alur sungai yang berhulu di Merapi.

Advertisement

Dalam laporan MAGMA-VAR, BPPTKG mencatat sedikitnya 11 kali guguran lava ke arah barat daya, meliputi Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng.

Jarak luncur terjauh guguran lava mencapai 2.000 meter.

Aktivitas kegempaan Gunung Merapi juga masih tinggi.

Advertisement

Tercatat satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 22 mm dan durasi 133 detik.

Sementara gempa guguran terjadi 101 kali, serta gempa hybrid atau fase banyak tercatat sebanyak 89 kali.

Data ini menunjukkan suplai magma di dalam tubuh Merapi masih berlangsung.

Dari pengamatan visual, puncak Merapi sebagian besar tertutup kabut.

Asap kawah tidak teramati sepanjang hari.

Kondisi cuaca di sekitar gunung didominasi mendung hingga hujan, dengan curah hujan harian mencapai 8 mm.

BPPTKG kembali mengingatkan potensi bahaya guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan hingga barat daya.

Kawasan rawan meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Pada sektor tenggara, potensi bahaya mengarah ke Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Warga di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diminta tetap waspada dan tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan, serta dampak abu vulkanik jika terjadi erupsi.

BPPTKG menegaskan, apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status Gunung Merapi akan segera dievaluasi kembali. (iwa) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi pada 28 Oktober 2026 pagi. BPPTKG mencatat puluhan gempa guguran terjadi di perut gunung. Status masih Siaga Level III, warga diimbau jauhi zona bahaya dan waspada lahar dingin.

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Gunung Merapi kembali aktif pada 27 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 14 gempa guguran, 1 tremor non-harmonik, dan 8 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkapnya di sini.

Merapi Siaga Pagi Ini: 26 Guguran Guncang Lereng, Asap Kawah Tak Terlihat dari Puncak

Merapi Siaga Pagi Ini: 26 Guguran Guncang Lereng, Asap Kawah Tak Terlihat dari Puncak

Gunung Merapi kembali aktif pada 26 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 26 gempa guguran dan 7 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkap dan zona bahayanya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer