Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Update Gunung Merapi 26 Januari 2026: Status Siaga, 13 Kali Guguran Lava Mengarah ke Barat Daya

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dilaporkan masih tinggi. Berdasarkan laporan periodik Badan Geologi pada Senin, 26 Januari 2026, teramati terjadi 13 kali guguran lava ke arah Barat Daya dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter (2 km).


Advertisement

BPPTKG menetapkan status Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk mematuhi zona radius bahaya yang telah ditentukan guna menghindari ancaman awan panas dan guguran lava.

Kondisi Visual dan Cuaca Terkini

Sepanjang pengamatan pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, puncak Gunung Merapi terkadang terlihat jelas meski sering tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih dengan tekanan lemah dan intensitas tipis, mencapai ketinggian 10 meter di atas puncak.

Advertisement

Kondisi cuaca di kawasan lereng dilaporkan dominan berawan hingga hujan dengan total curah hujan mencapai 69 mm per hari. Suhu udara berada pada kisaran 18,6 hingga 24,7 derajat Celsius dengan kelembaban yang cukup tinggi.

Aktivitas Kegempaan dan Suplai Magma

Data kegempaan menunjukkan bahwa suplai magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih terus berlangsung. Hal ini tercermin dari tingginya jumlah gempa guguran yang mencapai 112 kali kejadian dengan durasi maksimal hingga 188 detik.

Advertisement

Selain itu, tercatat 82 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal, dan 1 kali gempa Tektonik Jauh. Aktivitas ini memperkuat potensi terjadinya awan panas guguran yang bisa terjadi sewaktu-waktu di dalam area potensi bahaya.

Rekomendasi Keamanan bagi Masyarakat

Pihak berwenang memberikan beberapa poin rekomendasi krusial bagi warga di sekitar lereng Merapi:

Zona Bahaya Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
Zona Bahaya Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
Ancaman Eksplosif: Radius 3 km dari puncak harus dikosongkan dari segala aktivitas manusia untuk mengantisipasi lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif.
Waspada Lahar Hujan: Mengingat curah hujan yang cukup tinggi, masyarakat diminta waspada terhadap potensi banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Merapi.

Masyarakat juga diharapkan selalu menyiapkan perlengkapan pelindung seperti masker untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik. BPPTKG akan terus memantau aktivitas secara intensif dan meninjau kembali tingkat aktivitas jika terjadi perubahan signifikan. (iwa)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Gunung Merapi muntahkan guguran lava sejauh 1,5 km ke Kali Krasak pada siang 4 November 2026. BPPTKG catat 25 kali gempa guguran. Berstatus Siaga Level III, warga dilarang keras dekati zona bahaya awan panas dan lahar.

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi pada 28 Oktober 2026 pagi. BPPTKG mencatat puluhan gempa guguran terjadi di perut gunung. Status masih Siaga Level III, warga diimbau jauhi zona bahaya dan waspada lahar dingin.

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Gunung Merapi kembali aktif pada 27 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 14 gempa guguran, 1 tremor non-harmonik, dan 8 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkapnya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer