Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini: Terjadi 20 Kali Guguran Lava, Status Level III Siaga

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas terbaru Gunung Merapi pada periode pengamatan 22 Januari 2026. Berdasarkan laporan resmi MAGMA-VAR, Gunung Merapi menunjukkan aktivitas kegempaan yang cukup tinggi dengan intensitas guguran lava yang terus berlanjut ke arah Barat Daya.


Advertisement

Update Visual dan Guguran Lava

Sepanjang pengamatan pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, teramati sebanyak 20 kali guguran lava mengarah ke Barat Daya, tepatnya menuju Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak. Jarak luncur maksimum guguran lava tersebut mencapai 1.800 meter.

Secara visual, gunung setinggi 2.968 mdpl ini terlihat jelas meski sempat tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang, membubung setinggi 25 meter di atas puncak kawah.

Advertisement

Data Kegempaan Merapi

Aktivitas seismik Gunung Merapi didominasi oleh gempa guguran dan fase banyak, yang menandakan suplai magma masih terus berlangsung. Berikut rinciannya:

Gempa Guguran: 100 kali (Amplitudo 3-23 mm, durasi hingga 207 detik).
Gempa Hybrid/Fase Banyak: 67 kali (Amplitudo 2-27 mm).
Gempa Vulkanik Dangkal: 1 kali (Amplitudo 31 mm).

Advertisement

Status dan Rekomendasi Bahaya

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi berada pada Level III (Siaga). BPPTKG memperingatkan adanya potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya dan Tenggara.

Radius Bahaya:

1. Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
2. Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
3. Lontaran Material: Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya. Mengingat kondisi cuaca yang sering mendung dan hujan di sekitar puncak, warga diimbau waspada terhadap bahaya lahar dingin dan awan panas guguran (APG).

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tulis penyusun laporan, Suraji dan Tri Mujiyanta dalam laporan resmi PVMBG. (iwa)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Gunung Merapi muntahkan guguran lava sejauh 1,5 km ke Kali Krasak pada siang 4 November 2026. BPPTKG catat 25 kali gempa guguran. Berstatus Siaga Level III, warga dilarang keras dekati zona bahaya awan panas dan lahar.

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi pada 28 Oktober 2026 pagi. BPPTKG mencatat puluhan gempa guguran terjadi di perut gunung. Status masih Siaga Level III, warga diimbau jauhi zona bahaya dan waspada lahar dingin.

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Gunung Merapi kembali aktif pada 27 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 14 gempa guguran, 1 tremor non-harmonik, dan 8 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkapnya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer