Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Update Merapi Hari Ini: Teramati 2 Kali Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Lava Capai 1.900 Meter

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan peningkatan pada periode pengamatan Selasa, 13 Januari 2026. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadinya 2 kali awan panas guguran dan puluhan guguran lava ke arah Barat Daya.


Advertisement

Berdasarkan laporan resmi magma-VAR, Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi bahaya di alur sungai yang berhulu di puncak Merapi.

Rincian Aktivitas Kegempaan dan Visual

Dalam periode pengamatan pukul 00:00-24:00 WIB, petugas pengamat Gunung Merapi, Suratno dan Yulianto, melaporkan data kegempaan yang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 99 kali gempa guguran dan 67 kali gempa Fase Banyak (Hybrid) yang menandakan adanya suplai magma yang masih berlangsung.

Advertisement

Secara visual, gunung sering tertutup kabut, namun teramati aktivitas permukaan sebagai berikut:

Awan Panas Guguran: Terjadi 2 kali dengan durasi maksimal 123 detik dan amplitudo hingga 51 mm.
Guguran Lava: Teramati 7 kali guguran lava pijar mengarah ke Barat Daya (Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng).
Jarak Luncur Maksimum: Guguran lava mencapai jarak 1.900 meter dari puncak.

Kondisi Meteorologi: Waspada Bahaya Lahar Hujan

Advertisement

Wilayah Merapi dilaporkan mengalami cuaca mendung hingga hujan dengan volume curah hujan mencapai 23 mm per hari. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak Merapi.

Rekomendasi dan Zona Bahaya Merapi

BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan di sekitar Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten:

1. Sektor Selatan-Barat Daya: Potensi bahaya guguran lava dan awan panas meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
2. Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
3. Radius Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
4. Gangguan Abu Vulkanik: Masyarakat diminta mengantisipasi gangguan pernapasan dan aktivitas akibat sebaran abu vulkanik.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di zona bahaya tersebut," tulis laporan resmi BPPTKG.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas belum berubah. Namun, BPPTKG menegaskan bahwa status akan segera ditinjau kembali jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan secara mendadak.

Sumber Data: KESDM, Badan Geologi, PVMBG – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). (iwa)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi pada 28 Oktober 2026 pagi. BPPTKG mencatat puluhan gempa guguran terjadi di perut gunung. Status masih Siaga Level III, warga diimbau jauhi zona bahaya dan waspada lahar dingin.

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Gunung Merapi kembali aktif pada 27 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 14 gempa guguran, 1 tremor non-harmonik, dan 8 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkapnya di sini.

Merapi Siaga Pagi Ini: 26 Guguran Guncang Lereng, Asap Kawah Tak Terlihat dari Puncak

Merapi Siaga Pagi Ini: 26 Guguran Guncang Lereng, Asap Kawah Tak Terlihat dari Puncak

Gunung Merapi kembali aktif pada 26 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 26 gempa guguran dan 7 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkap dan zona bahayanya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer