Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalan Tempel-Klangon Rusak Parah, Warga Protes dengan Tanam Pohon Pisang

D
Penulis: Delima Purnamasari❯

 

BENTUK PROTES: Penanaman pohon pisang oleh warga Padukuhan Tangisan, Banyurejo, Tempel, Sleman di Jalan Tempel-Klangon yang rusak parah.
BENTUK PROTES: Penanaman pohon pisang oleh warga Padukuhan Tangisan, Banyurejo, Tempel, Sleman di Jalan Tempel-Klangon yang rusak parah.

SLEMAN - Warga Padukuhan Tangisan, Banyurejo, Tempel, Sleman mengeluhkan Jalan Tempel-Klangon yang rusak parah. Kekesalan pada ruas jalan provinsi ini diluapkan dengan menanam pohon pisang pada kubangan jalan. Sekaligus memasang sejumlah spanduk. Aksi simbolik ini dilakukan pada Sabtu (10/1) lalu.


Advertisement

Ada berbagi tulisan protes yang disampaikan. Mulai dari "kopi ireng okeh ampas e dalan bosok raono sing benakke", "welcome to jeglongan sewu jalanku tak semulus pipimu", hingga "jangan ada korban di antara kita".

Warga setempat Rohmadi menjelaskan, kerusakan jalan ini sudah lama terjadi. Kerap kali menyebabkan kecelakaan khususnya sepeda motor, bahkan pada siang hari. Jika sedang hujan deras, kondisi lebih membahayakan karena lubang tertutup air.

"Ini juga terdampak dari Tol Jogja-Bawen karena truk-truk juga lewat sini," beber pria 47 tahun ini saat dikonfirmasi Minggu (11/1).

Advertisement

Titik kerusakan jalan memang tidak jauh dengan pekerjaan konstruksi Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 1. Dia berharap, jalan bisa segera diperbaiki. Tidak perlu menunggu proyek tol selesai. Mengingat ini adalah jalan alternatif yang menghubungkan Bumi Sembada dengan Magelang maupun menuju Jalan Wates.

Sementara itu, Dukuh Tangisan Anisatul Dian Pramudita menyebut, pemasangan spanduk dan penanaman pohon pisang merupakan bentuk kepedulian warga. Agar pengguna jalan lebih waspada saat melintasi jalan tersebut. Lantaran sudah banyak terjadi insiden kecelakaan lalu lintas.

"Ini salah satu wujud kepedulian warga terhadap pengguna jalan agar lebih berhati-hati," sebut Dian.

Advertisement

Dian mengungkapkan, jalan ini sebenarnya sudah beberapa kali di tambal, tetapi kendaraan yang melewati jalan tersebut muatan berat. Jadi, kembali berlubang. Dia bercerita bahwa sempat ada mobil pikap dengan muatan almari yang jatuh ke jalan. Harapannya, ke depan bisa segera ada perbaikan.

"Dilewati truk gandeng juga, bahkan sempat ada yang mogok di bahu jalan sampai menginap dan mengganggu pengguna jalan," katanya.

 

Persoalan ini dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Pembangunan Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY Wira Sasongko Putro. Dia menyebut solusi masalah ini tengah didiskusikan.

"Kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganannnya," katanya.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, sudah berkoordinasi dengan DPUPESDM DIY karena status jalan milik provinsi. Sementara akan dilakukan penanganan dahulu oleh kabupaten. Namun, jangka panjangnya perlu koordinasi dengan provinsi maupun tol.

"Karena memang perlintasan tol jadi nanti ada perbaikan setelahnya jika proyek sudah selesai," katanya.

Perbaikan sementara ini direncanakan langsung dilakukan pada Senin depan. Jika tidak berhalangan, Harda juga berencana untuk melakukan tinjauan secara langsung. (del/eno)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sebagian Besar Trash Barrier Sungai Kota Jogja Rusak, Baru Sungai Winongo yang Kembali Optimal: DLH Siapkan Perbaikan dan Penambahan Sembilan Titik Baru

Sebagian Besar Trash Barrier Sungai Kota Jogja Rusak, Baru Sungai Winongo yang Kembali Optimal: DLH Siapkan Perbaikan dan Penambahan Sembilan Titik Baru

Sebagian besar alat perangkap sampah sungai atau trash barrier di Kota Jogja rusak akibat tingginya debit air selama musim hujan. Saat ini hanya trash barrier di Sungai Winongo yang sudah kembali berfungsi optimal..

Perbaikan Jalan Sermo-Klepu Rp 1,9 Miliar Kulon Progo Terhambat Status Suaka Margasatwa

Perbaikan Jalan Sermo-Klepu Rp 1,9 Miliar Kulon Progo Terhambat Status Suaka Margasatwa

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY menemui hambatan dalam menyelesaikan perbaikan Jalan Sermo–Klepu di Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kulon Progo.  Proyek penanganan..

Ada Lima Tambang Ilegal, DPUPESDM DIY Klaim Telah Layangkan Surat Teguran: Akan Libatkan APH

Ada Lima Tambang Ilegal, DPUPESDM DIY Klaim Telah Layangkan Surat Teguran: Akan Libatkan APH

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIJ berkomitmen akan memberantas aktivitas pertambangan ilegal di wilayahnya. Sebab, ada lima aktivitas tambang tak berizin, rinciannya empat ..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer