Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Update Gunung Merapi Hari Ini: Awan Panas Guguran Meluncur 1.000 Meter, Status Masih Siaga

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

SLEMAN, YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang masih tinggi pada periode pengamatan Kamis, 8 Januari 2026. Dalam laporan terbaru, tercatat terjadi satu kali Awan Panas Guguran (APG) dan ratusan gempa guguran.


Advertisement

Detail Aktivitas Erupsi Merapi Terkini

Berdasarkan data MAGMA-VAR dari PVMBG, Gunung Merapi yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah (Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten) menunjukkan aktivitas guguran lava yang intens.

Awan Panas Guguran: Terjadi 1 kali dengan estimasi jarak luncur 1.000 meter. Amplitudo tercatat 52 mm dengan durasi 130,1 detik.

Advertisement

Guguran Lava: Teramati sebanyak 8 kali meluncur ke arah Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak maksimal 2.000 meter.

Kegempaan: Tercatat 117 kali gempa guguran dan 62 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, yang mengindikasikan suplai magma dari dalam masih berlangsung.

Kondisi Cuaca dan Visual

Advertisement

Cuaca di sekitar puncak Merapi bervariasi antara cerah, berawan, hingga hujan dengan curah hujan mencapai 38 mm per hari. Suhu udara berada di kisaran 18-26.5 °C. Meski asap kawah tidak teramati karena tertutup kabut, potensi bahaya tetap mengintai, terutama saat hujan yang dapat memicu lahar dingin.

Rekomendasi dan Radius Bahaya (Level III - Siaga)

Saat ini, Gunung Merapi berada pada Level III (Siaga). BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten:

Sektor Selatan-Barat Daya: Hindari alur Sungai Boyong (maks 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maks 7 km).

Sektor Tenggara: Hindari Sungai Woro (maks 3 km) dan Sungai Gendol (maks 5 km).

Ancaman Eksplosif: Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Waspada Lahar: Masyarakat diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

BPPTKG menegaskan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan selalu menyiapkan masker untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik.

Sumber Data: KESDM, Badan Geologi, PVMBG – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Berapa status Gunung Merapi sekarang? Status Gunung Merapi saat ini adalah Level III (Siaga).

Ke mana arah luncuran lava Merapi? Lava meluncur ke arah Kali Sat/Putih, Bebeng, dan Krasak.

Apakah Merapi mengeluarkan awan panas hari ini? Ya, tercatat 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.000 meter pada 8 Januari 2026.

Berapa radius aman Gunung Merapi? Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3-7 km tergantung sektor sungai yang telah ditetapkan. (iwa) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Gunung Merapi muntahkan guguran lava sejauh 1,5 km ke Kali Krasak pada siang 4 November 2026. BPPTKG catat 25 kali gempa guguran. Berstatus Siaga Level III, warga dilarang keras dekati zona bahaya awan panas dan lahar.

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi pada 28 Oktober 2026 pagi. BPPTKG mencatat puluhan gempa guguran terjadi di perut gunung. Status masih Siaga Level III, warga diimbau jauhi zona bahaya dan waspada lahar dingin.

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Gunung Merapi kembali aktif pada 27 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 14 gempa guguran, 1 tremor non-harmonik, dan 8 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkapnya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer