Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Siaga: Terjadi 3 Kali Awan Panas Guguran dan Belasan Lava Pijar Siang Ini

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunjukkan intensitas yang tinggi. Berdasarkan laporan terbaru periode pengamatan Jumat, 2 Januari 2026, pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat telah terjadi 3 kali awan panas guguran ke arah Barat Daya.


Advertisement

Detail Aktivitas Visual dan Guguran Lava

Berdasarkan data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), selain awan panas, teramati pula 6 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih dan Kali Krasak).

"Jarak luncur maksimum guguran lava mencapai 1.500 meter," tulis penyusun laporan BPPTKG, Suratno dan Yulianto, dalam laporan resmi MAGMA-VAR, Jumat (2/1/2026).

Advertisement

Secara visual, gunung setinggi 2.968 mdpl tersebut sempat tertutup kabut (0-III), dan asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan siang ini.

Data Kegempaan Terkini

Aktivitas internal magma di dalam perut Merapi masih cukup masif. Berikut adalah rincian kegempaan yang terekam:

Advertisement

 * Gempa Guguran: 19 kali (Amplitudo 2-25 mm, Durasi 56.93-142.87 detik).

 * Gempa Hybrid/Fase Banyak: 17 kali (Amplitudo 2-19 mm, Durasi 7.79-64.87 detik).

Data kegempaan fase banyak (Hybrid) ini menunjukkan bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung masih terus berlangsung.

Status dan Radius Bahaya

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi berada pada Level III (Siaga). BPPTKG menetapkan radius bahaya sebagai berikut:

 * Sektor Selatan-Barat Daya: * Sungai Boyong (Maksimal 5 km).

   * Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (Maksimal 7 km).

 * Sektor Tenggara:

   * Sungai Woro (Maksimal 3 km).

   * Sungai Gendol (Maksimal 5 km).

 * Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Mengingat potensi bahaya yang masih mengancam, pihak berwenang mengeluarkan beberapa imbauan penting bagi warga di lereng Merapi:

 * Hindari Zona Bahaya: Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan.

 * Waspada Lahar Dingin: Masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar hujan dan awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di area puncak.

 * Antisipasi Abu Vulkanik: Siapkan masker dan pelindung mata untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.

BPPTKG menegaskan bahwa status aktivitas akan segera ditinjau kembali jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan secara mendadak.

Sumber Data: KESDM, Badan Geologi, PVMBG - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). (iwa) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Gunung Merapi muntahkan guguran lava sejauh 1,5 km ke Kali Krasak pada siang 4 November 2026. BPPTKG catat 25 kali gempa guguran. Berstatus Siaga Level III, warga dilarang keras dekati zona bahaya awan panas dan lahar.

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi pada 28 Oktober 2026 pagi. BPPTKG mencatat puluhan gempa guguran terjadi di perut gunung. Status masih Siaga Level III, warga diimbau jauhi zona bahaya dan waspada lahar dingin.

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Gunung Merapi kembali aktif pada 27 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 14 gempa guguran, 1 tremor non-harmonik, dan 8 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkapnya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer