Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Kembali Catatkan 80 Guguran Lava pada 15 Desember 2025, Status Tetap Siaga Level III

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

SLEMAN - Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi pada Senin, 15 Desember 2025. Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi melalui MAGMA Indonesia, tercatat 80 kali guguran lava sepanjang periode pengamatan 00:00 hingga 24:00 WIB.


Advertisement

Selain guguran, seismograf juga merekam 59 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 4 kali gempa Vulkanik Dangkal, dan 3 kali gempa Tektonik Jauh. Secara visual, gunung tertutup kabut tebal (kabut 0-III), dan asap kawah utama tidak teramati. Cuaca di sekitar puncak mendung hingga berawan, dengan suhu udara berkisar 17,3-21,6°C dan kelembaban tinggi mencapai 91,4-99%.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap pada Level III (Siaga). Badan Geologi menyatakan bahwa suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di sektor potensi bahaya.

Rekomendasi Resmi BPPTKG dan PVMBG:

Advertisement

- Potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km).

- Sektor tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).

- Lontaran material vulkanik saat letusan eksplosif bisa mencapai radius 3 km dari puncak.

Advertisement

- Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya.

- Waspadai bahaya lahar terutama saat hujan intens di seputar Merapi.

- Antisipasi gangguan abu vulkanik yang dapat terbawa angin.

Jika terjadi perubahan signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau ulang.

Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG melalui situs https://magma.esdm.go.id atau media sosial resmi mereka.

Laporan ini disusun berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) oleh pengamat Yulianto. (iwa) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Gunung Merapi muntahkan guguran lava sejauh 1,5 km ke Kali Krasak pada siang 4 November 2026. BPPTKG catat 25 kali gempa guguran. Berstatus Siaga Level III, warga dilarang keras dekati zona bahaya awan panas dan lahar.

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi pada 28 Oktober 2026 pagi. BPPTKG mencatat puluhan gempa guguran terjadi di perut gunung. Status masih Siaga Level III, warga diimbau jauhi zona bahaya dan waspada lahar dingin.

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Gunung Merapi kembali aktif pada 27 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 14 gempa guguran, 1 tremor non-harmonik, dan 8 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkapnya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer