Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,7 Km, Status Tetap Siaga Level III

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

SLEMAN – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Dalam 24 jam terakhir (8 Desember 2025, 00.00–24.00 WIB), Badan Geologi mencatat satu kali awan panas guguran (APG) dan 98 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.700 meter ke arah barat daya.


Advertisement

Berdasarkan laporan resmi Magma Indonesia (PVMBG) yang dirilis pada 9 Desember 2025, awan panas guguran terekam pada seismogram dengan amplitudo 13 mm dan durasi 131,51 detik. Asap kawah teramati berwarna putih tebal setinggi 15–50 meter di atas puncak.

Data Kegempaan 24 Jam Terakhir:

- Awan Panas Guguran: 1 kali

Advertisement

- Guguran: 98 kali (amplitudo 2–26 mm)

- Hybrid/Fase Banyak: 47 kali

- Vulkanik Dangkal: 1 kali

Advertisement

- Tektonik Jauh: 1 kali

Cuaca di sekitar gunung cerah hingga mendung, suhu udara 17,7–25,3°C, dengan curah hujan 16 mm/hari.

Status Tetap Level III (Siaga)

Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga) sejak 5 November 2020.

Potensi bahaya utama berupa:

- Guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya (Kali Boyong maks. 5 km, Kali Krasak-Bebeng-Bedog maks. 7 km)

- Sektor tenggara (Kali Woro maks. 3 km, Kali Gendol maks. 5 km)

- Lontaran batu pijar hingga radius 3 km jika terjadi letusan eksplosif

PVMBG menegaskan suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu awan panas guguran kapan saja di dalam wilayah potensi bahaya.

Rekomendasi Resmi kepada Masyarakat:

1. Dilarang melakukan segala aktivitas di daerah potensi bahaya (KRB III)

2. Waspadai bahaya lahar hujan, terutama di hulu sungai yang berhulu di Merapi saat hujan deras

3. Siapkan masker atau kain penutup hidung untuk mengantisipasi abu vulkanik

4. Ikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat

“Jika terjadi perubahan signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau ulang,” tulis PVMBG dalam laporannya.

Masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di wilayah KRB III Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten.

Pantau terus perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui situs resmi Magma Indonesia: https://magma.esdm.go.id. (iwa) 

#GunungMerapi #AwanPanas #SiagaMerapi #Vulkanologi #Jogja #Magelang

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi masih berstatus Level III Siaga. BPPTKG catat 8 kali guguran lava dan 10 kali gempa hybrid dalam enam jam pengamatan dini hari ini.

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Magma Terus Suplai Picu Guguran Lava ke Krasak

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Magma Terus Suplai Picu Guguran Lava ke Krasak

Gunung Merapi berstatus Siaga (Level III) pada 3 November 2026. Terjadi 6 kali guguran lava pijar sejauh 1,5 km ke barat daya. Warga DIY dan Jateng diimbau jauhi zona bahaya dan waspada awan panas serta banjir lahar.

Potensi Bahaya Merapi Hari Ini, Sungai Boyong hingga Sungai Gendol Waspada Guguran Lava

Potensi Bahaya Merapi Hari Ini, Sungai Boyong hingga Sungai Gendol Waspada Guguran Lava

Gunung Merapi berstatus Siaga (Level III) setelah meluncurkan lava sejauh 1,5 km ke Kali Sat. BPPTKG imbau warga waspada awan panas guguran dan bahaya lahar hujan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer