Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Status Siaga (Level III): Guguran Lava Meluncur 1,7 Km Menuju Kali Krasak dan Putih

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi pada periode pengamatan 29 November 2025 masih berada pada Level III atau Siaga.


Advertisement

Laporan yang disusun oleh Yulianto ini mencatat adanya aktivitas signifikan berupa guguran lava.

Aktivitas Guguran dan Visual Gunung

Dalam kurun waktu 24 jam pengamatan, teramati sebanyak delapan kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Krasak.

Advertisement

Guguran material panas ini tercatat memiliki jarak luncur maksimum sejauh 1.700 meter.

Secara visual, kondisi cuaca di sekitar Merapi didominasi oleh cuaca mendung dan berawan, dengan suhu udara berkisar antara 16.2 hingga 22 derajat celcius.

Meskipun demikian, asap kawah bertekanan lemah masih teramati.

Advertisement

Asap berwarna putih dengan intensitas tipis tersebut terlihat membumbung setinggi 20 meter di atas puncak kawah.

Dominasi Gempa Guguran Menunjukkan Suplai Magma Berlanjut

Aktivitas kegempaan menunjukkan intensitas yang tinggi, didominasi oleh jenis gempa guguran.

Tercatat sebanyak 72 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 2 hingga 40 mm, serta durasi mencapai hampir tiga menit.

Selain itu, terjadi juga 65 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak, yang mengindikasikan proses pergerakan fluida di bawah permukaan.

Data pemantauan ini memperkuat dugaan bahwa suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung, suatu kondisi yang berpotensi memicu terjadinya awanpanas guguran di area berbahaya.

Peringatan dan Zona Bahaya yang Ditetapkan

Masyarakat diimbau keras untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan.

Potensi bahaya saat ini adalah guguran lava dan awanpanas (APG) yang mengancam sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga jarak maksimal 7 km, serta Sungai Boyong hingga 5 km.

Sementara itu, pada sektor tenggara, bahaya mengintai Sungai Gendol hingga 5 km dan Sungai Woro hingga 3 km.

Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

BPPTKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai ancaman lahar dan awanpanas guguran, terutama saat terjadi hujan lebat di kawasan puncak.

Selain itu, masyarakat diminta untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin timbul akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Tingkat aktivitas akan segera ditinjau kembali jika teramati adanya perubahan aktivitas yang signifikan. (iwa) 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Merapi Muntahkan Guguran Lava 1,5 Km ke Kali Krasak, 25 Gempa Mengguncang Siang Ini

Gunung Merapi muntahkan guguran lava sejauh 1,5 km ke Kali Krasak pada siang 4 November 2026. BPPTKG catat 25 kali gempa guguran. Berstatus Siaga Level III, warga dilarang keras dekati zona bahaya awan panas dan lahar.

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Update Merapi Terkini: 18 Gempa Hybrid Terekam, Suplai Magma Masih Ada

Kabut tebal menyelimuti Gunung Merapi pada 28 Oktober 2026 pagi. BPPTKG mencatat puluhan gempa guguran terjadi di perut gunung. Status masih Siaga Level III, warga diimbau jauhi zona bahaya dan waspada lahar dingin.

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Merapi Siaga Hari Ini, 14 Guguran, Asap Kawah Nihil, Hujan Guyur Lereng

Gunung Merapi kembali aktif pada 27 Oktober 2026. BPPTKG mencatat 14 gempa guguran, 1 tremor non-harmonik, dan 8 gempa hybrid. Status masih Siaga Level III. Simak laporan lengkapnya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer