Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Siaga Level III: Teramati Guguran Lava dan Awan Panas, Warga Diminta Waspada

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN – Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada periode pengamatan 14 November 2025 pukul 00:00 hingga 24:00 WIB. Berdasarkan data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dan Badan Geologi KESDM, status Gunung Merapi saat ini berada pada Level III (Siaga).


Advertisement

Cuaca di sekitar Gunung Merapi pada hari tersebut cenderung mendung dengan angin bertiup tenang ke arah timur. Suhu udara berkisar antara 18 hingga 22.9 °C dengan kelembaban udara tinggi mencapai 81.3-99%. Tekanan udara tercatat antara 871.1 hingga 915.9 mmHg. Kabut gunung terlihat pada tingkat 0-II hingga 0-III, sementara asap kawah tidak teramati.

Pada periode ini, tercatat satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 46 mm dan durasi 162.23 detik. Selain itu, terjadi 85 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-29 mm dan durasi antara 27.65 hingga 200 detik. Gempa hybrid/fase banyak berjumlah 57 kali dengan amplitudo 2-32 mm dan durasi 6.38-67.51 detik. Serta satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 6 mm dan durasi 14.84 detik.

Teramati dua kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1500 meter. Potensi bahaya utama saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, termasuk Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km), serta sektor tenggara di Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km). Lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.

Advertisement

BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut. Warga juga diminta waspada terhadap bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar Gunung Merapi. Selain itu, masyarakat diharapkan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik yang mungkin tersebar dari erupsi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali oleh pihak berwenang. (iwa)

 

Advertisement

#GunungMerapi #ErupsiMerapi #AktivitasGunungApi #BPPTKG #SiagaMerapi #LaharGunungMerapi #AwanPanasGuguran #BahayaGunungApi #Merapi2025 #BeritaGunungApi

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi masih berstatus Level III Siaga. BPPTKG catat 8 kali guguran lava dan 10 kali gempa hybrid dalam enam jam pengamatan dini hari ini.

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Magma Terus Suplai Picu Guguran Lava ke Krasak

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Magma Terus Suplai Picu Guguran Lava ke Krasak

Gunung Merapi berstatus Siaga (Level III) pada 3 November 2026. Terjadi 6 kali guguran lava pijar sejauh 1,5 km ke barat daya. Warga DIY dan Jateng diimbau jauhi zona bahaya dan waspada awan panas serta banjir lahar.

Potensi Bahaya Merapi Hari Ini, Sungai Boyong hingga Sungai Gendol Waspada Guguran Lava

Potensi Bahaya Merapi Hari Ini, Sungai Boyong hingga Sungai Gendol Waspada Guguran Lava

Gunung Merapi berstatus Siaga (Level III) setelah meluncurkan lava sejauh 1,5 km ke Kali Sat. BPPTKG imbau warga waspada awan panas guguran dan bahaya lahar hujan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer