Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Erupsi, Luncurkan Dua Kali Awan Panas Guguran Sejauh 1,3 Km, Status Siaga Level III

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Awan Panas Guguran (APG) pada Rabu 18 September 2024 pukul 22.47 WIB terekam CCTV Jurangjero Kabupaten Magelang.   (BPPTKG)
Awan Panas Guguran (APG) pada Rabu 18 September 2024 pukul 22.47 WIB terekam CCTV Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan meluncurkan awan panas guguran pada Selasa (11/11/2025) pukul 16.29 WIB.


Advertisement

Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas tersebut meluncur sejauh 1.300 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Krasak.

Peristiwa ini tercatat memiliki amplitudo maksimal 32 mm dan berlangsung selama 106,51 detik.

BPPTKG juga merilis video kejadian tersebut melalui kanal resmi mereka di Instagram dan WhatsApp Channel.

Advertisement

Dalam laporan harian MAGMA-VAR BPPTKG, tercatat satu kali awan panas guguran, 74 kali guguran lava, serta 63 gempa hybrid/fase banyak.

Guguran lava teramati tujuh kali ke arah barat daya (Kali Sat/Putih, Bebeng, dan Krasak) dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.

Cuaca di sekitar Merapi saat itu berawan hingga mendung, dengan suhu udara berkisar antara 17,5–25,1 °C dan kelembaban mencapai 99%.

Advertisement

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi sekitar 15 meter dari puncak.

Gunung Merapi saat ini berada pada Tingkat Aktivitas Level III (Siaga).

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah potensi bahaya, terutama di sektor selatan–barat daya yang meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Sektor tenggara seperti Sungai Woro dan Gendol juga perlu diwaspadai.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar Merapi.

Gangguan akibat abu vulkanik juga perlu diantisipasi.

BPPTKG menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu awan panas guguran sewaktu-waktu.

Jika terjadi perubahan signifikan, status aktivitas Merapi akan segera ditinjau kembali.

Untuk informasi terkini, masyarakat dapat mengikuti kanal resmi BPPTKG di Instagram dan WhatsApp Channel. (iwa) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Update Status Gunung Merapi 1 Oktober 2026: Guguran Lava Meluncur 2.000 Meter, Tetap Level Siaga

Update Status Gunung Merapi 1 Oktober 2026: Guguran Lava Meluncur 2.000 Meter, Tetap Level Siaga

Laporan aktivitas Gunung Merapi 1 Oktober 2026 pagi mencatat 4 kali guguran lava pijar sejauh 2.000 meter ke Kali Boyong. Status siaga dan suplai magma masih tinggi.

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi masih berstatus Level III Siaga. BPPTKG catat 8 kali guguran lava dan 10 kali gempa hybrid dalam enam jam pengamatan dini hari ini.

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Magma Terus Suplai Picu Guguran Lava ke Krasak

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Magma Terus Suplai Picu Guguran Lava ke Krasak

Gunung Merapi berstatus Siaga (Level III) pada 3 November 2026. Terjadi 6 kali guguran lava pijar sejauh 1,5 km ke barat daya. Warga DIY dan Jateng diimbau jauhi zona bahaya dan waspada awan panas serta banjir lahar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer