Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Beberapa Candi Yang Ada di Yogyakarta, Jarang Ditemui Orang

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 11 September 2024 | 13:03 WIB
Candi Di Yogyakarta (kolase berbagai sumber)
Candi Di Yogyakarta (kolase berbagai sumber)

RADAR JOGJA-Candi merupakan sebauh istilah dalam Bahasa Indonesia yang mengarah pada sebuah bangunan keagamaan atau tempat ibadah peninggalan purbakala. Candi berasal dari peradaban Hindu-Buddha. Banyak orang Buddha menggunakan candi sebagai tempat ritual ibadah, pemujaan dewi-dewi, penghormatan leluhur ataupun memuliakan sang Buddha.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak sekali candi-candi peninggalan pada masa purbakala, salah satunya yang terkenal adalah Candi Prambanan. Candi Prambanan banyak diminati wisatawan karena bentuk candi yang besar dan megah. Tak hanya Candi Prambanan, masih banyak juga candi di Yogyakarta yang belum banyak diketahui oleh para wisatawan. Berikut ini merupakan beberapa candi yang ada di Yogyakarta.

1.Candi Ratu Boko.
Candi Ratu Boko atau biasa juga disebut Situs Ratu Boko dan Istana Raja Baka merupakan situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta. Lebih tepatnya di Kelurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs permukiman dan tempat tinggal raja. Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Masa Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, yang diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan. Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini.

2.Candi Ijo.
Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kira-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta. Lebih tepatnya berada di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan medang periode Mataram.

Secara keseluruhan, kompleks candi merupakan teras-teras berundak, dengan bagian terbawah di sisi barat dan bagian tertinggi berada pada sisi timur, mengikuti kontur bukit. Kompleks percandian utama berada pada ujung timur. Di bagian barat terdapat reruntuhan bangunan candi yang masih dalam proses ekskavasi dan belum dipugar. Setelah disela oleh kebun kecil, terdapat teras yang lebih tinggi dengan cukup banyak reruntuhan yang diperkirakan berasal dari sekumpulan candi-candi pemujaan kecil (candi perwara). Salah satu candi ini telah dipugar pada tahun 2013.

3.Candi Plaosan.
Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha. Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman Kerajaan Medang, atau juga dikenal dengan nama Kerajaan Mataram Kuno.

4.Candi Kalasan.
Candi Kalasan merupakan sebuah Bangunan Cagar Budaya yang dikategorikan sebagai candi umat Buddha. Candi ini terletak di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Candi ini memiliki 52 stupa dan berada di sisi selatan jalan raya antara Surakarta dan Jogja serta sekitar 2 km dari candi Prambanan.

Pada awalnya hanya candi Kalasan ini yang ditemukan pada kawasan situs ini, namun setelah digali lebih dalam maka ditemukan lebih banyak lagi bangunan bangunan pendukung di sekitar candi ini. Selain candi Kalasan dan bangunan - bangunan pendukung lainnya ada juga tiga buah candi kecil di luar bangunan candi utama, berbentuk stupa.

5.Candi Sari.
Candi Sari atau Candi Bendah adalah candi Buddha yang berada tidak jauh dari Candi Sambisari, Candi Kalasan dan Candi Prambanan, yaitu di bagian sebelah timur laut dari kota Yogyakarta, dan tidak begitu jauh dari Bandara Adisucipto, lebih tepatnya di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-8 dan ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno dengan bentuk yang sangat indah. Pada bagian atas candi ini terdapat 9 buah stupa seperti yang tampak pada stupa di Candi Borobudur, dan tersusun dalam 3 deretan sejajar.

6.Candi Sambisari.
Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Posisinya kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelah barat kompleks Candi Prambanan.

Candi ini diperkirakan dibangun pada dekade awal abad ke-9 pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung yang berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno dari Wangsa Syailendra. Perkiraan ini didasarkan pada gaya tulisan lempengan emas yang terbaca "om shiva shtana" yang ditemukan 1977 di kompleks candi ini, serta informasi dari prasasti Wanua Tengah III yang menyebutkan bahwa Rakai Garung memerintah Medang pada awal abad ke-9.

Itulah beberapa gambaran candi yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi tersebut merupakan candi yang masih jarang di jumpai oleh para wisatawan. Dengan adanya gambaran tersebut kamu dapat mengenal lebih dalam lagi mengenai candi-candi yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Raka Meda
Dari berbagai sumber.

Editor : Iwa Ikhwanudin
#candi kalasan #candi #Yogyakarta #candi ijo #candi ratu boko #Candi Sambisari #candi plaosan #Candi Sari #Jogja