KEBUMEN - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerindra Kebumen mendukung penuh wacana kepala daerah dipilih langsung oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sistem pemilihan kepala daerah ini dinilai tepat karena irit diongkos.
Di satu sisi juga dianggap efektif untuk mengurangi residu politik akibat kontestasi pemilihan kepala daerah.
Ketua DPC Gerindra Kebumen Solatun menyatakan, sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh DPRD bisa menjadi alternatif. Sebab dari sistem tersebut mengedepankan aspek efektif dan efisien.
Baca Juga: Wisatawan Keluhkan Polusi Asap, Satpol PP Tertibkan Pedagang Sate di Malioboro
Efektif berarti dapat memangkas mekanisme serta tahapan panjang yang selama ini diterapkan dalam pilkada. Keunggulan lain yakni efisien dari sisi ongkos politik serta irit di pembiayaan pilkada.
"Anggaran APBD buat pilkada tidak sedikit. Belum lagi ngomong cost politik calon. Maka kami dukung pilkada lewat DPRD," bebernya kepada Radar Jogja, Selasa (30/12).
Solatun menyebut, pada Pilkada 2024 KPU Kebumen menerima anggaran hibah dari pemkab senilai Rp 45,3 miliar. Intervensi anggaran tersebut diberikan secara bertahap.
Baca Juga: Buktikan Kinerja, Pemprov Jateng Raih 40 Penghargaan Selama 2025
Masing-masing melalui penyertaan APBD Tahun 2023 sebesar Rp 18,1 miliar dan APBD Tahun 2024 sebanyak Rp 27,2 miliar. "Kalau sistem ini diterapkan, anggaran puluhan miliar itu kan bisa dialokasikan buat kebutuhan lain," ujarnya.
Solatun menegaskan, dukungan Gerindra untuk menerapkan sistem pemilihan kepala daerah oleh DPRD bukan tanpa alasan. Tetapi sudah melalui pertimbangan dan analisa panjang. Dia tak memungkiri polarisasi di tengah masyarakat akibat pilkada kerap terjadi.
Kondisi ini yang dinilai perlu disikapi melalui perubahan sistem. Lebih lanjut, mahalnya ongkos pilkada juga otomatis akan menutup peluang masyarakat yang ingin menjadi kepala daerah namun terkendala biaya.
Baca Juga: Cut-Off Gula Terbukti Bikin Wajah Lebih Glowing, IniPenjelasan Dokter
"Pemilihan lewat dewan menepis bahwa yang ikut kontestasi itu cuma yang punya uang banyak," ucap Solatun yang juga Wakil Ketua DPRD Kebumen.
Dukungan penerapan sistem pilkada oleh DPRD juga diamini kader partai Gerindra Kebumen Rahmawati. Ia menyatakan sepakat dengan wacana tersebut.
Menurut ia pemilihan kepala daerah tidak menghilangkan esensi demokrasi. Sebab mekanismenya tetap dipilih langsung oleh wakil rakyat.
"Semisal sistem itu lebih membawa dampak positif, entah itu hemat aggaran dan sebagainya, kenapa tidak," ujarnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo