KEBUMEN - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan tidak ada istilah siswa titipan di Sekolah Rakyat (SR). Semua proses penerimaan siswa akan dilakukan melalui mekanisme berdasar basis data tingkat garis kemiskinan masyarakat. Hal ini ditegaskan Gus Ipul saat berkunjung ke SR 44 Kebumen, Sabtu (15/2).
Menurut Gus Ipul, keberadaan SR diperuntukkan bagi siswa dari kalangan keluarga dengan kategori miskin ekstrem. Semua dibuktikan melaui data peringkat kemiskinan yang terangkum dalam data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).
"Menteri tidak boleh titip, apalagi yang lain. Kepala sekolah tidak boleh," jelasnya.
Gus Ipul menyatakan, SR tidak membuka pendaftaran siswa baru seperti sekolah pada umumnya. Namun melalui penjangkauan petugas Kementerian Sosial (Kemensos). Setiap siswa SR diambil dari keluarga prioritas dengan kategori sangat miskin atau tercatat pada Desil 1 dan Desil 2.
Selain merujuk data terpadu, calon siswa SR bakal diseleksi melalui verifikasi oleh petugas. Mekanisme ini, kata dia, diharapkan menutup celah kecurangan. Dia pun mewanti-wanti seluruh pihak tidak melakukan penyimpangan dalam proses penerimaan siswa SR.
"Yang ada di desil satu, baru bisa masuk. Kalau ada yang main-main pasti akan ketahuan," ujarnya.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul menerangkan SR hadir untuk kelompok keluarga yang selama ini belum terbawa dalam proses arah pembangunan. Artinya, menjangkau keluarga yang belum terjangkau pemerintah.
Dia menegaskan, konsep SR salah satu utamanya adalah upaya negara untuk memuliakan 'Wong Cilik' berangkat dari sektor pendidikan.
Di SR, negara akan menjamin kebutuhan dan fasilitas, baik siswa maupun guru. Nantinya masing-masing SR akan dilengkapi fasilitas asrama, laboratorium, ruang belajar, fasilitas olahraga hingga kebutuhan makan akan dicukupi.
Tak hanya itu dari sisi pengajar juga dipastikan memiliki kemampuan atau kompetensi memadai. "Kenapa di Kemensos, karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Nanti anak sekokah, orang tua diberdayakan," ucapnya.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memastikan pemerintah daerah akan proaktif mendukung keberadaan SR. Pihaknya juga telah menyiapkan lahan di Kecamatan Buayan untuk pembangunan SR agar lebih represntatif.
Ia mengungkapkan saat ini, SR 44 Kebumen telah menjadi rumah besar bagi 100 siswa dari kelompok masyarakat miskin ekstrem.
"Kami melihat perubahan besar pada diri anak-anak. Mereka sekarang lebih percaya diri dan mau bermimpi," terangnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo