GUNUNGKIDUL – Dinas Pendidikan Gunungkidul menggelontorkan berbagai jenis bantuan dan penghargaan kepada siswa dan lembaga pendidikan. Total anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati mengatakan, dukungan anggaran ini merupakan bentuk ikhtiar pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat karakter peserta didik.
“Kami mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis,” ujar Nunuk kepada wartawan pada Senin, (8/12).
Rincian penyaluran bantuan di antaranya Beasiswa Gunungkidul Cerdas bagi 468 anak, terdiri dari 178 siswa SD dan 290 siswa SMP dengan total anggaran Rp 234 juta. Tak hanya itu, lanjut Nunuk, beasiswa prestasi untuk 50 siswa SMP senilai Rp 25 juta juga telah disiapkan.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga memberikan bantuan alat tulis untuk 168 siswa, bantuan perlengkapan sekolah bagi 160 anak, serta hibah kepada satuan pendidikan di bawah Kemenag Gunungkidul sebesar Rp 270 juta.
Dari bidang pengembangan minat dan bakat, pemerintah mengadakan Lomba MTQ dan LKKMS 2025 yang diikuti 612 siswa SD dan SMP dari 18 kapanewon, dengan total uang pembinaan Rp 107 juta.
Nunuk menambahkan, program Bocah Pinter menjadi salah satu motor penggerak peningkatan pendidikan di Gunungkidul. Program tersebut menekankan pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kesejahteraan tenaga pendidik.
“Keberhasilan program Bocah Pinter sangat bergantung pada kedisiplinan, sinergi lintas unit, serta etos kerja semua pihak. Kita harus terus berinovasi dan tidak terjebak pola lama,” ujarnya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntaringsih menegaskan, pendidikan merupakan fondasi penting pembangunan daerah.
Menurutnya, masa depan Gunungkidul berada di tangan guru, tenaga kependidikan, dan pengambil kebijakan.
Dengan kucuran anggaran mencapai miliaran rupiah, Endah menyebut pihaknya berharap kualitas pendidikan di Gunungkidul terus meningkat. Kemudian, ia juga menargetkan akses layanan pendidikan yang merata dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Tugas kami memastikan anak-anak mendapat layanan terbaik. Dunia berubah cepat, tuntutannya tinggi, sehingga integritas dan kecepatan pelayanan harus diperkuat,” tegasnya. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo