BANTUL - Layanan bus sekolah gratis dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul tidak terkena efisiensi sejak terbitnya Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Sehingga operasionalnya pun tetap berlangsung sepanjang 2025.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo mengatakan, bus sekolah karena layanan publik sehingga tidak terkena efisiensi. Anggarannya pun tetap tersedia untuk biaya operasionalnya. "Layanan publik tidak terganggu sehingga operasionalisasi bus sekolah dari Januari sampai sekarang masih berjalan," katanya, Senin (17/3/2025).
Menurutnya, selama ini rute bus sekolah yang sudah berjalan terus berlangsung. Rute tersebut melintasi Kapanewon Bantul, Pandak, Pajangan, dan Sedayu. Begitu pula sebaliknya.
Sampai saat ini, lanjutnya, tidak ada keluhan soal keterlambatan masuk sekolah. Sebab penjemputan siswa disesuaikan dengan waktu masuk. "Untuk biaya operasional selalu tersedia sehingga selama masuk sekolah tetap bisa antar jemput," sambungnya.
Namun selama Ramadan, ada penyesuaian yang dilakukan. Sebab pada awal Ramadan, ada libur sekolah sehingga busnya pun turut libur. "Nantinya operasionalnya akan disesuaikan lagi saat libur Lebaran," tuturnya.
Itu lantaran anak sekolah pun turut libur saat Lebaran. Sampai sekarang armada yang dimiliki hanya tiga bus. Dua di antaranya adalah hibah dari Kementerian Perhubungan. Sedangkan untuk pengadaan menggunakan APBD 2025, dishub tidak bisa melakukannya. "Perlu bantuan atau hibah bus dari pusat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Pajangan Rifai menambahkan, banyak siswanya yang memanfaatkan layanan bus sekolah. Bahkan, jam operasional pulangnya pun dapat disesuaikan dengan waktu di sekolahnya.
Kendati begitu, siswanya yang memanfaatkan tidak hanya saat pulang saja. Untuk keberangkatan pun tetap ada yang menggunakan fasilitas bus sekolah gratis. "Dua rute konsisten berangkat dan pulang sekitar 50 siswa," tandasnya. (rul)
Editor : Sevtia Eka Novarita