RADAR JOGJA - Autism Spectrum Disorder (ASD) atau autisme merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi perilaku sosial, komunikasi, serta kemampuan belajar.
Anak dengan autisme sering kali mengalami kesulitan mengekspresikan diri dan memahami pikiran atau perasaan orang lain.
Saat memasuki masa pubertas, anak autis juga bisa merasakan ketertarikan pada lawan jenis.
Namun, kemampuan sosio-emosional mereka yang belum matang berisiko menyebabkan perilaku yang melanggar norma sosial.
Oleh karena itu, pendidikan seksual menjadi hal penting bagi anak autis agar mereka dapat memahami dan menjaga batasan diri.
Berikut adalah beberapa poin penting dalam pendidikan seksual untuk anak autis:
1. Mengenal Anggota Tubuh
Ajarkan anak mengenali anggota tubuh dengan istilah yang benar, seperti “penis” dan “payudara.” Penggunaan istilah ilmiah membantu mengurangi potensi kekerasan seksual diabaikan atau tidak diakui.
2. Batasan Sentuhan
Kenalkan pada anak area tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, serta perbedaan antara sentuhan yang aman dan tidak aman.
3. Kemandirian Pribadi
Ajari anak untuk melakukan aktivitas pribadi seperti memakai pakaian, mandi, serta membersihkan diri setelah buang air.
Ini mengurangi ketergantungan pada orang lain dalam kegiatan yang melibatkan area tubuh pribadi.
4. Mengenali Kekerasan Seksual
Berikan pemahaman kepada anak tentang contoh-contoh kekerasan seksual, seperti jika ada yang mencoba menyentuh area pribadi atau mengintip di ruang pribadi.
5. Tindakan Saat Menghadapi Kekerasan
Ajarkan anak untuk segera pergi ke tempat yang ramai atau meminta pertolongan jika merasa dalam bahaya.
Anak dengan autisme berisiko lebih tinggi menjadi korban kekerasan seksual karena sering kali mereka mudah mengikuti permintaan yang tidak wajar.
Predator seksual pun sering menargetkan anak autis karena mereka lebih mudah dimanipulasi.
Setiap anak berhak hidup aman dan memiliki batasan diri, termasuk anak-anak autis.
Melalui pendidikan seksual, kita tidak hanya membekali mereka dengan pengetahuan, tetapi juga memberdayakan mereka untuk melindungi diri sendiri. (Zunairoh Mu'minatun Billah)
Editor : Winda Atika Ira Puspita