JOGJA - Keberadaan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) di Yogyakarta jadi salah satu ruang kolektif yang secara progresi terus memberikan wadah bagi para siswa jenjang SMA/SMK dan perguruan tinggi untuk belajar baik secara formal maupun informal.
Tenaga ahli Kementerian Perindustrian yang juga inisiator PDIN Satya Brahmantya mengatakan, saat ini PDIN juga masih menaungi para siswa dan mahasiswa dalam konteks magang dan studi independen program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Satya menuturkan, kurang lebih ada 60 individu dengan demografi 30 orang mahasiswa dan 30 sisanya para siswa yang saat ini berkelindan di PDIN.
Dalam prosesnya para anak magang tersebut dipergunakan untuk membantu para UMKM dalam menjalankan e-marketing.
"Mereka di sini untuk membantu E-marketing UMKM pilihan kami, sejauh ini ada 50 UMKM dari Jogja yang telah di kurasi," katanya, Rabu (28/2).
Ia menyampaikan, bahwa salah satu spirit PDIN memang diniatkan jadi ruang kolektif yang menjembatani para mahasiswa ataupun perguruan tinggi dengan segenap dinas dan industri kreatif secara umum.
Lalu, program kerja magang tersebut juga jadi salah satu indikator program yang dijalankan secara rutin, bahkan tidak saja bagi mahasiswa DIY. Namun, juga membuka kesempatan dari luar daerah.
"PDIN ini kan skalanya nasional, jadi harapannya juga jadi ruang kolektif bagi semua pihak," tuturnya.
Adapun salah satu contoh program yang rutin dilakukan adalah kajian Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
PDIN kolaborasi antara Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) dengan PDIN dan dilangsungkan secara rutin setiap satu minggu sekali.
Salah seorang peserta magang asal Universitas Gadjah Mada (UGM) Aulia Damayanti memaparkan, sebelum memutuskan terlibat dalam program magang di PDIN ia sebelumnya memang sudah sering mengikuti berbagai program dan acara yang dilangsungkan di sana.
Baca Juga: Polresta Magelang Ringkus Empat Pengedar Pil Sapi, Jumlah Yang Disita Capai Ribuan Pil ...
Hal tersebut diakuinya jadi salah satu alasan besar untuk memilih PDIN sebagai tujuan magang dan studi independennya.
"Memang sering hadir di sini, saya lihat spirit dan isinya juga banyak anak-anak muda kreatif, jadi rasanya cocok," ungkapnya.
Alasan lain yang menurutnya penting yakni seringnya kolaborasi yang dijalin antara PDIN dengan dinas-dinas terkait.
Hal tersebut menurutnya penting untuk bisa bertemu dan menjalin relasi dengan sebanyak mungkin pihak.
"PDIN sendiri kan dibawah naungan dinas juga, lalu banyak agenda kedinasan di sini, jadi ini pembelajaran yang sangat penting," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad