SLEMAN - Inovasi penciptaan media belajar interaktif digagas oleh mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) UNY Meyla Dewi Azizah.
Ia menggagas permainan monopoli yang berisi materi-materi pelajaran pendidikan Pancasila yang dinamai Monopoli Negaraku Indonesia (Monesa).
Meyla mengatakan, pembuatan Monesa dilakukan sebagai upaya untuk menarik perhatian siswa agar mereka termotivasi.
Disebutnya, Monesa bisa jadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membuat para siswa mendapatkan pengetahuan dan juga kesenangan.
"Inovasi monopoli ini untuk mengasah kerja sama antar siswa. Melalui monopoli ini diharapkan siswa mendapat haknya untuk belajar sambil bermain dengan suasana yang menyenangkan, sehingga pelajaran tidak lagi menjadi beban siswa," katanya, Kamis (22/2).
Penelitian dan pengembangan Monesa dilakukan Meyla di SD Negeri Kadireso Pajangan, Bantul.
Penelitian melibatkan siswa kelas empat pada mata pelajaran pendidikan Pancasila.
Ide membuat Monesa difapat Meyla saat melakukan observasi di SD Negeri Kadireso. Sebab, di SD tersebut belum adanya media pembelajaran yang beragam.
"Saya melihat anak-anak bermain catur bergiliran. Dari situ saya menemukan ide membuat media pembelajaran yang berbasis permainan," ujar mahasiswi alumni SMAN 3 Bantul tersebut.
Meyla akhirnya memutuskan untuk membuat permainan monopoli dengan menggunakan meja catur.
Setelah mencari referensi di internet, akhirnya terciptalah media berbasis permainan yang berisikan kartu-kartu, pion, bintang, dan papan Monesa.
Ia menjelaskan, bahwa Monesa terdiri dari papan permainan dengan lebar 50 kali 50 centimeter.
Di dalamnya termuat 36 petak yang terdiri dari 24 petak rumah adat, 4 petak kartu belajar, 4 petak kartu langkah, 1 petak garis start, 1 petak taman bernyanyi, 1 petak taman menari, 1 petak bebas parkir.
Kartu langkah merupakan langkah peserta untuk menjalankan pionnya.
"Media ini juga diharapkan dapat diintegrasikan ke beberapa mata pelajaran lainnya," harapnya.
Ia merinci, ada banyak kategori kartu yang ada di Monesa. Kartu tantangan berisikan pertanyaan yang harus dijawab untuk mendapatkan kartu hak milik dan skor.
Kartu hak milik berisi jawaban dari kartu tantangan dan sebagai tanda jika petak tersebut sudah dimiliki.
Pion merupakan benda kecil berbentuk orang-orangan yang menunjukan posisi pemain dan bergerak sesuai angka dadu yang didapat oleh pemain.
Bintang penghargaan adalah simbol skor yang diperoleh siswa. Kotak penghargaan merupakan balok yang bagian penutupnya diberi stiker.
"Juga, terdapat tas penyimpanan Monesa dan buku panduan berisi panduan-panduan bermain Monesa," terangnya.
Lebih lanjut, ia memetakan, inovasi media belajar interaktif tersebut mendapat apresiasi dan hasil yang memuaskan.
Meyla merinci, hasil penelitian yang dilakukan kepada guru menyatakan bahwasanya media ini sangat praktis, bermanfaat untuk siswa, menarik perhatian siswa, dan sesuai dengan karakteristik siswa.
Baca Juga: Kabar Menyedihkan, Film Spinoff John Wick, Ballerina, Tunda Rilis hingga Juni 2025
Sedangkan hasil testimoni dari siswa menunjukkan permainan ini sangat baik dan layak serta dapat melibatkan seluruh siswa secara bergantian untuk aktif berkomunikasi, interaksi, dan berkolaborasi dalam pembelajaran.
Meyla turut berharap kepada seluruh calon guru agar dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didiknya.
"Sebagai calon guru harus bisa memenuhi kebutuhan peserta didik, seperti yang suka bermain kita buat pembelajaran berbasis permainan, peserta didik suka membaca bisa diberi sumber bacaan, peserta didik yang suka menonton bisa diputarkan video," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad