Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Susul UGM dan UII, UMY dan UAD Sampaikan Seruan Moral untuk Presiden Jokowi

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 3 Februari 2024 | 12:05 WIB
Sejumlah sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) termasuk guru-guru besar, mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo
Sejumlah sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) termasuk guru-guru besar, mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo

 

 

 

RADAR JOGJA - Perguruan tinggi (PT) di Jogjakarta terus bergerak menyampaikan seruan moral terhadap kondisi bangsa menjelang Pemilu 2024. Setelah Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII), aksi serupa  juga akan dilakukan oleh Univeritas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Untuk UMY, acara bertajuk "Mengawal Demokrasi Indonesia Berkeadaban" akan digelar Sabtu hari ini (3/2) di Bundaran Air Mancur Gedung AR Fachruddin UMY pukul 10.00.  Sementara UAD seruan moral "Menyelamatkan Demokrasi Indonesia" dilaksanakan Senin (5/2) mendatang.

Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD Danang Sukantar membenarkan rencana UAD menggelar aksi seruan moral. Pihak kampus mengundang civitas akademika untuk menyampaikan seruan moral ini. "Ya, kami akan menggelar seruan moral untuk pemerintah dari civitas akademika UAD, Senin (5/2) di kampus," ujarnya saat dikonfirmasi kemarin (2/2).

Terpisah, menanggapi mulai bergeraknya perguruan tinggi di Jogja menyikapi kondisi bangsa dengan menggelar seruan moral, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X angkat bicara. HB X pun tidak mempermasalahkan aksi-aksi itu dilakukan oleh sejumlah kampus di DIJ.  "Ya, nggakpapa wong itu urusan akademisi. Jangan tanya saya,"  katanya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, kemarin (2/2). 

Menurut Raja Keraton Jogja ini, kritik yang disampaikan civitas akademika, para dosen, mahasiswa di mimbar akademika merupakan ranah pendidikan dan otonomi kampus. Aksi itu pun dianggap merupakan wujud dari demokratisasi di Indonesia. "Itu kan otonom, otonom ya terserah saja. Aspirasi kok, demokratisasi kok," ujarnya. 

Praktis seruan itu bukan hal yang dilarang karena menjadi bagian dari demokrasi Indonesia. Namun yang menjadi penting adalah bagaimana pemerintah menanggapi kritik tersebut. Kendati demikian, civitas akademika diminta tak perlu takut menyampaikan. "Nggakpapa, sekarang hanya bagaimana pemerintah menanggapi aja. Seperti itu saja, nggak usah takut," tambah HB X. (wia/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#UGM #UAD #UII #UMY