Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Angkat Konten Sains Kehidupan Sehari hari, Taman Pintar Gelar Lomba Desain Ensiklopedi Sains

Winda Atika Ira Puspita • Jumat, 15 Desember 2023 | 19:55 WIB

 

KARYA: Salah satu peserta tengah mempresentasikan karyanya di depan Dewan Juri di Gedung Kotak Taman Pintar. (WINDA A/RADAR JOGJA)
KARYA: Salah satu peserta tengah mempresentasikan karyanya di depan Dewan Juri di Gedung Kotak Taman Pintar. (WINDA A/RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA - Sebanyak 51 pelajar tingkat SMP dari berbagai daerah mengikuti kompetisi Desain Ensiklopedi Sains di Gedung Kotak Taman Pintar Kota Jogja. Kompetisi sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-15 Taman Pintar itu hanya dipilih 10 peserta untuk bisa presentasi di hadapan dewan juri Kamis (14/12). 


Juri Desain Ensiklopedi Sains Mulyono mengatakan, 51 peserta tersebut mengirimkan karya berupa poster bertemakan sains dalam format digital. Karya yang dikirim sesuai dari temanya yaitu terkait konten sains kehidupan sehari-hari. Ada beberapa aspek yang akan dinilai. 


"Muatan sainsnya seperti apa yang kami lihat dulu yang kedua dari etika jurnalistiknya," katanya. 


Mulyono menyebut, dalam kompetisi ini pun juga memperhatikan originalitas setiap karya yang dikirimkan seluruh peserta, khususnya 10 besar peserta sebagai finalis. 


"Kadang download gambar materi itu yang kita scan plagiasinya juga jadi anak dilatih untuk menghindari plagiasi. Kalau downloadpun harus ada sumbernya kalau dari visualnya harus ada olah visualnya," ujarnya. 


Menurutnya, dari puluhan karya masih perlu didalami lagi terkait ilmu sainsnya. Hal-hal yang sederhana perlu kembali digali. Ini bukan kali pertama bagi Mulyono didapuk menjadi dewan juri pada kompetisi sains di Taman Pintar. 


Sebelumnya, dia juga sempat menjadi juri pada kompetisi berkisah sains menggunakan bahasa Inggris. Menurutnya, kompetisi semacam ini match dan sejalan dengan semangat Taman Pintar dalam memberikan edukasi sains kepada masyarakat. 


"Sudah sangat sesuai yang dibawa setiap tahun. Ada sains-nya yang diusung dari Taman Pintar itu dalam bentuk lomba dan lebih beragam," jelasnya. 


Dewan juri lainnya, Novan Edo Pratama menuturkan, aspek yang dinilai lainny antara lain dari aspek artistik dan estetika karya. Seperti dari sisi komposisi, warna, hingga kemudahan desain saat dibaca. 


Adapun dari 10 karya terbaik, terbilang baik untuk karya setingkat siswa SMP. 


"Dampak pandemi dua tahun kemarin, literasi digital anak meningkat pesat. Banyak desain mengunakan handphone sudah sering digunakan di pelajaran. Jadi, anak sudah mulai masuk ke situ. Tinggal nanti mendalami lagi dan pengolahannya seperti apa," ujar tenaga pendidik Ilmu Seni Rupa UNY ini.


Menurut Novan, ilmu tak hanya terbatas didapatkan di bangku sekolah saja. Kompetisi desain ensiklopedia sains ini menjadi cara untuk menghadirkan ilmu sains dengan lebih santai. Bahkan, ini juga bisa mengingatkan kembali akan ilmu sains pada hal-hal sederhana yang sebelumnya tak disadari. 


"Mereka buka gadget, mereka sudah bisa dapat ilmu, dan ensiklopedia Taman Pintar ini salah satunya bisa menjadi sarana untuk mendapatkan keilmuan bagi pelajar maupun yang lagi santai-santai gitu buka gadget," katanya. (wia/ila)

Editor : Reren Indranila
#taman pintar #Ensiklopedia #Jogja