Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kuatkan Literasi dan Minat Baca, Balai Bahasa Jogjakarta Terbitkan 97 Buku Tentang Kearifan Lokal

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 8 Desember 2023 | 05:15 WIB

SARING: Suasana Diseminasi Produk Penerjemahan Tahun 2023 yang diadakan Balai Bahasa Provinsi DIY di Royal Darmo Malioboro pada Kamis (7/12/2023). (Agung Dwi Prakoso/ Radar Jogja)
SARING: Suasana Diseminasi Produk Penerjemahan Tahun 2023 yang diadakan Balai Bahasa Provinsi DIY di Royal Darmo Malioboro pada Kamis (7/12/2023). (Agung Dwi Prakoso/ Radar Jogja)

JOGJA - Rendahnya minat baca anak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi fokus masalah dalam acara Pelaksanaan Diseminasi Produk Penerjemahan Tahun 2023 yang diadakan Balai Bahasa Provinsi DIY yang digelar di Royal Darmo Malioboro Kamis (7/12).

Untuk itu, Balai Bahasa Provinsi DIY menerbitkan 97 judul buku cerita anak yang bersumber tentang kearifan lokal yang ada di Yogyakarta. Ini untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Kepala Balai Bahasa Yogyakarta Dwi Pratiwi menyampaikan, faktor penyebab rendahnya literasi atau minat baca anak terbagi menjadi dua faktor. Yakni, faktor eksternal sekolah dan internal sekolah.

Variasi sarana dan prasarana di sekolah, terutama buku bacaan anak, masih kurang. Kebanyakan yang dihadirkan di sekolah adalah buku paket pembelajaran tapi buku fiksi. Variasi lain masih kurang.

Baca Juga: Ajak Naik Bus Umum, Rebranding Terminal, GNKAU Sediakan Tur Keliling Kota Magelang Gratis

"Karena hal tersebut, tingkat siklusnya jadi lama. Ketika anak sudah selesai baca, harusnya ada stok buku baru lagi yang bisa dibaca. Setidaknya untuk menarik minat baca anak," ujarnya.

Selain itu, dalam pembelajaran di sekolah rata-rata guru masih banyak menggunakan buku-buku pada umumnya.

Buku-buku fiksi dan variasi lain masih jarang digunakan. Otomatis anak jadi kurang mengenal buku-buku tersebut.

"Masih sedikit guru yang menjadi model atau contoh pembaca kepada siswanya. Kalau gurunya bisa menjadi contoh, mungkin anak-anak akan lebih tertarik. Seperti mendongeng atau membacakan puisi," tandasnya.

Selain faktor internal sekolah, faktor di luar sekolah juga mempengaruhi minat baca anak. Fenomena sekarang dengan adanya internet, persebaran bacaan atau cerita ringan yang ada di sosial media menjadikan anak lebih tertarik pada hal tersebut.

"Adanya game di handphone dan media sosial juga sangat mempengaruhi minat baca anak," tuturnya.

Selanjutnya faktor keluarga, masih banyak keluarga yang belum memberikan pendidikan pembiasaan membaca sejak dini untuk anaknya.

Hal tersebut menjadikan anak tidak terbiasa membaca. Sebab, mungkin kesibukan orang tua atau banyak orang tua yang belum paham cara memotivasi anaknya.

"Lingkungan masyarakat yang kurang mendukung juga menjadi salah satu faktor kurangnya minat baca," jelasnya.

Baca Juga: Ketersediaan Bapok Aman tapi Harganya Tinggi

Penambahan buku baru oleh Balai Bahasa ini merupakan salah satu upaya refresh kembali semangat gerakan literasi sekolah yang agak kendor belakangan ini.

Hal tersebut disinyalir karena faktor kesibukan pekerjaan atau penyesuaian kurikulum di sekolah.

Sementara itu, Sekdin Dindikpora Bantul Titik Sunarti Widyaningsih menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Dengan diselenggarakanya Diseminasi Produk Penerjemahan tahun 2023 membuktikan produk terjemahan Balai Bahasa Provinsi DIY sudah banyak.

Seluruh sekolah bisa mengakses buku-buku tersebut. Maka dari itu, untuk menyebarkan informasi, guru-guru dari TK hingga SMP bahkan komunitas di seluruh DIY diundang dalam giat tersebut.

Baca Juga: Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Tanah 1.478 Bidang, Bagian dari Tanah Keraton dan Pakualaman 

"Harapan kami program seperti ini tetap berlanjut, semoga dengan produk baru ini menjadi daya tarik anak untuk membaca. Tentunya pojok baca jadi tidak berdebu lagi dan koleksinya tambah banyak," tandasnya.

Diseminasi Produk Penerjemahan Tahun 2023 berlangsung selama lima hari 6-7 dan 11-13 Desember. Nantinya dapat dinikmati secara gratis melalui e-book. Sebanyak 97 judul naskah tersebut didapatkan melalui penyaringan dari 300 naskah hasil sayembara. (cr5)

Editor : Amin Surachmad
#minat baca #Balai Bahasa DIY