RADAR JOGJA - Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) baru saja menyelenggarakan Seminar Nasional Hasil-Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (SNH2PM) 2023 dan expo pengabdian pada Sabtu, (11/11) di Ballroom Gedung Field Research Center (FRC) UGM Kulonprogo.
Ketua SNH2PM 2023 Raihan Pasha Isheka menyampaikan, bahwa pelaksanaan SNH2PM 2023 kali ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak khususnya Pemda kabupaten Kulonprogo beserta mitra-mitra pengabdian dari berbagai elemen masyarakat dan juga narasumber yang terlibat.
"Terima kasih juga pada peserta dari SV UGM serta universitas-universitas lain di Indonesia," ungkapnya.
Raihan juga menyampaikan terima kasih kepada sponsor-sponsor kegiatan Putra Perkasa Abadi, Pusat Pembinaan dan Sertifikasi Mandiri (P3SM), Bank BNI, United Tractor, Bank Mandiri dan PT. PP Semarang Demak.
“Kami berharap apa yang sudah dipaparkan narasumber serta presenter dapat memberikan manfaat kepada masyarakat," harapnya.
Lebih lanjut seminar tersebut diharapkan juga menunjukkan komitmen perguruan tinggi untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu Tridarma dan berkontribusi dalam memberikan alternatif solusi untuk permasalahan di masyarakat.
Gedung FRC UGM di Wates sendiri dipilih sebagai lokasi seminar karena turut serta ingin mempromosikan kehadiran UGM di Kulonprogo dan juga komitmen terbuka dari UGM untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak.
"Kami ingin kolaborasi dalam bidang riset, pengabdian dan kegiatan lain,” sebutnya.
SNH2PM pada tahun 2023 sendiri mengambil tema Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat dan mengundang kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi DIY Aria Nugrahadi dan CEO PT. Nira Lestari International Ella Rizki Farihatul sebagai narasumber.
SNH2PM 2023 dibuka dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Wakil Dekan bidang PPM SV UGM Dr. Wiryanta, dalam sambutan Wiryanta menyampaikan, bahwa program pengabdian kepada masyarakat yang paling sesuai untuk diterapkan adalah dengan memberikan kail kepada masyarakat bukan umpannya.
"Dengan kail, masyarakat bisa mengembangkan kreativitas, keahlian dan keterampilannya untuk lebih berkembang," tuturnya.
Selanjutnya, hal lain yang menurutnya perlu ditingkatkan adalah sinergi dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah dan pemangku kepentingan lain untuk melaksanakan program pengabdian.
"Ini penting dilakukan agar manfaat dan dampaknya lebih besar dirasakan oleh masyarakat," pesannya.
Secara umum, SNH2PM 2023 tidak hanya menjadi wadah bagi para peserta untuk mempresentasikan hasil-hasil pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan tetapi juga merupakan ajang expo bagi para mitra pengabdian untuk mempromosikan potensi-potensi dan produk yang dimiliki kepada para peserta dan pengunjung.
Expo pengabdian sendiri berlangsung di lantai 1 gedung FRC UGM, para mitra pengabdian yang bergabung pada expo berasal dari UMKM, Pokdarwis, Gapoktan, Kelompok Wanita Tani, Kelompok Tani Hutan, Kelompok Ternak, dan BumDes di lingkungan Kulonprogo(iza).
Pengabdian Masyarakat 2023 dan Expo Pengabdian
Jogja - Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) baru saja menyelenggarakan Seminar Nasional Hasil-Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (SNH2PM) 2023 dan expo pengabdian pada Sabtu, (11/11) di Ballroom Gedung Field Research Center (FRC) UGM Kulonprogo.
Ketua SNH2PM 2023 Raihan Pasha Isheka menyampaikan, bahwa pelaksanaan SNH2PM 2023 kali ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak khususnya Pemda kabupaten Kulonprogo beserta mitra-mitra pengabdian dari berbagai elemen masyarakat dan juga narasumber yang terlibat.
"Terima kasih juga pada peserta dari SV UGM serta universitas-universitas lain di Indonesia," ungkapnya.
Raihan juga menyampaikan terima kasih kepada sponsor-sponsor kegiatan Putra Perkasa Abadi, Pusat Pembinaan dan Sertifikasi Mandiri (P3SM), Bank BNI, United Tractor, Bank Mandiri dan PT. PP Semarang Demak.
“Kami berharap apa yang sudah dipaparkan narasumber serta presenter dapat memberikan manfaat kepada masyarakat," harapnya.
Lebih lanjut seminar tersebut diharapkan juga menunjukkan komitmen perguruan tinggi untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu Tridarma dan berkontribusi dalam memberikan alternatif solusi untuk permasalahan di masyarakat.
Gedung FRC UGM di Wates sendiri dipilih sebagai lokasi seminar karena turut serta ingin mempromosikan kehadiran UGM di Kulonprogo dan juga komitmen terbuka dari UGM untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak.
"Kami ingin kolaborasi dalam bidang riset, pengabdian dan kegiatan lain,” sebutnya.
SNH2PM pada tahun 2023 sendiri mengambil tema Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat dan mengundang kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi DIY Aria Nugrahadi dan CEO PT. Nira Lestari International Ella Rizki Farihatul sebagai narasumber.
SNH2PM 2023 dibuka dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Wakil Dekan bidang PPM SV UGM Dr. Wiryanta, dalam sambutan Wiryanta menyampaikan, bahwa program pengabdian kepada masyarakat yang paling sesuai untuk diterapkan adalah dengan memberikan kail kepada masyarakat bukan umpannya.
"Dengan kail, masyarakat bisa mengembangkan kreativitas, keahlian dan keterampilannya untuk lebih berkembang," tuturnya.
Selanjutnya, hal lain yang menurutnya perlu ditingkatkan adalah sinergi dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah dan pemangku kepentingan lain untuk melaksanakan program pengabdian.
"Ini penting dilakukan agar manfaat dan dampaknya lebih besar dirasakan oleh masyarakat," pesannya.
Secara umum, SNH2PM 2023 tidak hanya menjadi wadah bagi para peserta untuk mempresentasikan hasil-hasil pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan tetapi juga merupakan ajang expo bagi para mitra pengabdian untuk mempromosikan potensi-potensi dan produk yang dimiliki kepada para peserta dan pengunjung.
Expo pengabdian sendiri berlangsung di lantai 1 gedung FRC UGM, para mitra pengabdian yang bergabung pada expo berasal dari UMKM, Pokdarwis, Gapoktan, Kelompok Wanita Tani, Kelompok Tani Hutan, Kelompok Ternak, dan BumDes di lingkungan Kulonprogo. (iza/ila)
Editor : Reren Indranila