Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Singkong Rendah, DPKP DIY Dorong Jadikan Olahan dan Perluas Pasar

C
Penulis: Cintia Yuliani❯
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Aris Eko Nugroho. Cintia Yuliani/Radar Jogja
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Aris Eko Nugroho. Cintia Yuliani/Radar Jogja

Advertisement

JOGJA - Singkong memiliki peluang besar dikembangkan sebagai salah satu sumber pangan alternatif pengganti beras di DIY. Tanaman yang relatif mudah dibudidayakan itu juga menjadi pilihan masyarakat, khususnya di Gunungkidul yang selama ini dihadapkan pada keterbatasan air.

Namun, pengembangan singkong masih menghadapi sejumlah persoalan. Salah satunya harga jual di tingkat petani yang belum sesuai harapan. “Itu yang masih menjadi bagian PR kami,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Aris Eko Nugroho, Senin (14/9/2026).

Aris mengatakan, harga yang diharapkan petani maupun pemerintah bisa lebih dari Rp 3.000 per kilogram. Kenyataannya, masih ada singkong yang dihargai sekitar Rp 1.000 per kilogram. Disebut, persoalan harga berkaitan dengan pola tanam dan keseimbangan produksi dengan kebutuhan pasar.

Singkong membutuhkan waktu sekitar delapan sampai sembilan bulan hingga siap dipanen. Karena itu, penanaman perlu direncanakan agar produksi tidak berlebihan pada waktu tertentu. Sebab, ketika pasokan melimpah, harga berpotensi turun.

Kondisi tersebut, lanjut Aris, menjadi bagian dari transformasi budaya dalam pengembangan pertanian singkong. Perubahan tidak hanya menyangkut pemasaran, tetapi juga cara petani menanam dan mengatur produksi.

Advertisement

“Yang dimaksud transformasi budaya salah satunya adalah cara menanam,” ujarnya.

Di sisi budi daya, singkong memang relatif mudah ditanam. Namun, tanaman ini juga dikenal rakus hara karena banyak menyerap unsur hara dari tanah. Karena itu, pengelolaan tanah dan pemenuhan kebutuhan hara menjadi bagian yang perlu diperhatikan sekaligus diberikan dalam pelatihan kepada petani.

Selama ini, bantuan pemerintah, baik dari pusat melalui DPKP maupun pemerintah daerah, banyak menyasar pengembangan singkong di Gunungkidul. Tahun ini DIY juga memiliki target produksi singkong. Namun, Aris mengaku tidak hafal angka target tersebut. Sementara pemerintah pusat saat ini masih berkonsentrasi pada komoditas padi dan tebu. Untuk singkong, belum ada kebijakan khusus.

Padahal, potensi singkong DIY cukup besar. Dari sekitar 50-an varietas yang ada, sebanyak 34 jenis ditargetkan didaftarkan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pasarnya pun tidak hanya di DIJ. Konsumsi produk singkong telah menjangkau luar daerah, bahkan luar negeri. Salah satunya melalui Putri 21, produk binaan DPKP DIY berbahan dasar singkong.

Menurutnya, singkong memiliki kadar gula relatif rendah dan serat tinggi sehingga berpeluang menjadi alternatif sumber karbohidrat. Namun, manfaat tersebut belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Karena itu, sosialisasi dan promosi diperlukan untuk meningkatkan minat konsumsi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ahmad Luthfi Tegaskan Integritas Jadi Kunci Pemerintahan Bersih dan Bebas Korupsi

Ahmad Luthfi Tegaskan Integritas Jadi Kunci Pemerintahan Bersih dan Bebas Korupsi

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan integritas sebagai kunci pemerintahan bersih dan bebas korupsi melalui penguatan pengawasan dan tata kelola APBD.

Kelompencapir di Masa Pemerintahann Orde Baru, Jadi Sekolah Lapangan bagi Petani

Kelompencapir di Masa Pemerintahann Orde Baru, Jadi Sekolah Lapangan bagi Petani

Jauh sebelum maraknya internet dan media sosial, petani di berbagai daerah pernah memiliki satu ruang belajar bersama dari layar kaca. Program Kelompencapir atau akronim dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa

Sasar Jalan Kenari, Pemkot Jogja Tata Lagi Kabel Semrawut: Targetkan Gedung Pemerintahan Jadi Contoh Kebersihan Sampah Visual

Sasar Jalan Kenari, Pemkot Jogja Tata Lagi Kabel Semrawut: Targetkan Gedung Pemerintahan Jadi Contoh Kebersihan Sampah Visual

Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali melakukan pembersihan kabel semrawut Senin (15/6/2026). Kali ini  penataan menyasar kawasan Jalan Kenari, Kemantren Umbulharjo tepatnya di depan gedung baru Kantor DPRD DIY yang ..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer