Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

B
Penulis: Bahana.❯
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,  Arie Wibowo Khurniawan
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Arie Wibowo Khurniawan

Advertisement

Oleh :
Arie Wibowo Khurniawan
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Ada pelajaran menarik ketika menyaksikan keikutsertaan SMK dalam kontingan Indonesia dari dekat pada ajang Keterampilan Tingkat Dunia, WorldSkills Competition ke-48 di Shanghai. Kontingen Indonesia tahun ini terdiri atas 20 kompetitor dan 17 expert yang akan bertanding pada 17 bidang keahlian. Pelajaran itu bukan hanya tentang kecanggihan mesin, kompleksitas soal, atau siapa yang akhirnya berdiri di podium.

Justru hal-hal kecil yang paling mengusik pikiran.

Advertisement

Para peserta bekerja dengan ritme yang cepat. Mengambil alat, mengerjakan tugas, membersihkan meja, mencuci tangan, menata kembali peralatan, kemudian berpindah ke proses berikutnya. Hampir tidak ada gerakan yang sia-sia.

Pada bidang yang membutuhkan standar kebersihan tinggi, mencuci tangan dilakukan cepat dan benar. Membersihkan meja bukan pekerjaan tambahan setelah tugas selesai. Kebersihan adalah bagian dari pekerjaan itu sendiri. Keselamatan juga bukan sekadar aturan yang harus diingat ketika dinilai, melainkan kebiasaan yang melekat dalam setiap tahapan kerja.

Advertisement

Pemandangan sederhana itu memberikan satu refleksi penting: keterampilan kelas dunia ternyata bukan hanya tentang apa yang dapat dikerjakan seseorang, tetapi bagaimana ia bekerja.

Dari Keterampilan Menuju Budaya Kerja

Selama ini pendidikan vokasi sangat akrab dengan istilah skill gap. Kita berusaha memperkecil kesenjangan kompetensi antara lulusan SMK dan kebutuhan dunia kerja melalui penyelarasan kurikulum, pembelajaran berbasis industri, teaching factory, sertifikasi kompetensi, magang guru, hingga praktik kerja lapangan.

WorldSkills memperkaya perspektif tersebut. Ada dimensi lain yang sama pentingnya, yakni work habit: kecepatan, ketelitian, kebersihan, keselamatan, efisiensi gerakan, pengelolaan waktu, dan konsistensi menjalankan prosedur. Anak-anak SMK Indonesia memiliki potensi teknis yang besar. Mereka mampu belajar, beradaptasi, dan menguasai kompetensi baru. Tantangannya adalah bagaimana kompetensi tersebut bertemu dengan kebiasaan kerja berstandar tinggi.

Perbedaannya terkadang sangat sederhana. Dua orang sama-sama dapat menyelesaikan sebuah pekerjaan. Namun, yang satu masih harus mengingat kapan membersihkan meja, sementara yang lain melakukannya secara otomatis. Yang satu menjalankan keselamatan kerja karena tertulis dalam SOP, sedangkan yang lain menjadikannya bagian dari cara bekerja.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bangun Ekosistem Industri dan Keseimbangan Pemanfaatan teknologi, Bimtek Pendampingan  Kurikulum dan Bimtek Aplikasi Dapodik bagi Operator dan Kepala Sekolah SMK

Bangun Ekosistem Industri dan Keseimbangan Pemanfaatan teknologi, Bimtek Pendampingan  Kurikulum dan Bimtek Aplikasi Dapodik bagi Operator dan Kepala Sekolah SMK

Pembelajaran teaching factory  atau TEFA menjadi materi dalam bimbingan teknis (bimtek) pendampingan penerapan kurikulum SMK se-DIY. Mantan Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi W

Merajut Asa Jadi Barista, Siswa SKB Kota Jogja Antusias Ikuti Pelatihan Kopi

Merajut Asa Jadi Barista, Siswa SKB Kota Jogja Antusias Ikuti Pelatihan Kopi

Siswa SPN SKB Kota Jogja mengikuti pelatihan meracik kopi di LKP Duta Persada Jogja. Program ini membekali peserta keterampilan barista dan peluang magang untuk bersaing di dunia kerja.

Program PKL di SMK-SMTI Yogyakarta Dirancang Jadi Jembatan Langsung Bagi Siswa Menuju Dunia Industri

Program PKL di SMK-SMTI Yogyakarta Dirancang Jadi Jembatan Langsung Bagi Siswa Menuju Dunia Industri

MK-SMTI Yogyakarta merancang PKL agar siswa siap kerja dan berpeluang langsung direkrut industri. Sekolah menggandeng lebih dari 340 mitra industri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer