Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penyaluran Bansos Sembako dan PKH di Jaksel Diantar Langsung ke Rumah KPM

Administrator • Selasa, 11 April 2023 | 22:49 WIB
BANTUAN: PT Pos Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan sosial (bansos) sembilan bahan pokok (sembako), yang sebelumnya berlabel Bantuan Pangan Non tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). (
BANTUAN: PT Pos Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan sosial (bansos) sembilan bahan pokok (sembako), yang sebelumnya berlabel Bantuan Pangan Non tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). (
RADAR JOGJA - PT Pos Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan sosial (bansos) sembilan bahan pokok (sembako), yang sebelumnya berlabel Bantuan Pangan Non tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Kali ini bantuan disalurkan secara langsung (door to door) ke rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel).

Deputi Executive General Manager (EGM) Kantor Pos Jakarta Flora 12000 Agung Janarjono menuturkan, penyaluran bansos sembako dan PKH dilakukan door to door karena alokasi penerima tidak banyak. “Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat seperti wali kota, camat, kelurahan, termasuk kepala sub Dinsos untuk menyalurkan door to door,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/4).

Mengenai mekanisme penyaluran bantuan dijelaskan oleh Agung, pihaknya terlebih dahulu mencetak surat undangan pemberitahuan dan data nominatif (danom), kemudian menbuat surat pemberitahuan ke kecamatan dan kelurahan, dinsos, dan wali kota bahwa pihaknya akan menyalurkan bansos sembako dan PKH tahun 2023.

“Mekanisme berikutnya, kami melakukan pengantaran door to door. Undangan langsung kami bawa ke tempat. Kemudian KPM kita foto dokumen Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), foto wajah sambil memegang uang, sekalian geo tagging rumah penerima,” jelasnya.

Pada saat hari pengantaran, kata Agung, jika ternyata penerima sedang tidak berada di rumah, maka petugas akan meninggalkan surat undangan dan diarahkan untuk mengambil di Kantor Pos sebelum tenggat waktu berakhir.

Saat mengantarkan bansos tunai ke rumah penerima, lanjut Agung, tak jarang petugas juru bayar menemui kendala.

Khoeroni, juru bayar Kantor Pos Jakarta Flora menuturkan kendala yang ditemuinya ialah alamat dari danom yag kurang lengkap.

“Kadang RT sendiri juga kurang mengenal warga, atau orangnya pindah sehingga tidak bisa bertemu. Kadang juga alam tidak bersahabat, tiba-tiba hujan deras,” ungkapnya.

Sebelum menjalankan tugas mengantarkan bantuan ke rumah penerima, Khoeroni melakukan sejumlah persiapan.

“Persiapan door to door kita harus berpakaian rapi dan wangi, ponsel harus penuh sinyalnya dan pulsa harus cukup. Mempersiapkan danom, daftar nama penerima yang akan dibayarkan,” terangnya.

Dalam sehari, kata Khoeroni, penyaluran door to door bisa menjangkau 30 hingga 40 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Kalau lebih dari itu biasanya kita kumpulkan di rumah Pak RT, RW, atau bisa diambil di Kantor Pos,” ucapnya.

Setibanya di rumah KPM, sambung Khoeroni, petugas juru bayar akan melakukan pencocokan data terlebih dahulu. “Saat tiba di rumah KPM, kita minta tunjukkan KTP dan surat undangan, kita scan untuk mencocokkan dengan NIK. Kalau sudah cocok, kita bayarkan,” tuturnya.

Kepada KPM yang meneirma bantuan, baik Agung Janarjono maupun Khoeroni senada mengimbau agar uang bantuan yang diterima, dimanfaatkan KPM sesuai peruntukan, yaitu membeli sembako. Khoeroni yang dalam tugasnya selalu berhadapan langsung dengan KPM tidak lupa selalu mengimbau para KPM untuk menggunakan bantuan tunai ini dengan bijak.

“Bagi penerma bantuan semoga uangnya bermanfaat membantu kebutuhan keluarga. Sebagaimana anjuran pemerintah bahwa bantuan ini harap dimanfaatkan betul-betul sesuai tujuannya. Misalnya untuk sembako, jangan untuk beli rokok, apalagi beli pulsa,” pesan pria paruh baya ini.

Untuk Pos Indonesia, Khoeroni berharap dapat seterusnya ditunjuk pemerintah menyalurkan bantuan. “Semoga Kemensos tetap menggunakan Pos Indonesia sebagai penyalur bantuan sosial. Semoga kepercayaan pemerintah tetap kepada Pos Indonesia untuk menyalurkan semua bantuan untuk masyarakat,” katanya.

Para KPM penerima bantuan mengaku sangat senang mendapat bantuan. Salah satunya, Anggria Giantika, KPM dari Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. “Alhamdulillah, senang, bisa bantu kebutuhan sehari-hari. Untuk beli sembako, keperluan anak seperti susu,” katanya.

Anggria mengaku baru pertama kali mendapatkan bantuan dari pemerintah, seperti bansos Sembako kali ini. “Enggak nyangka dapat bantuan. Dapat bantuan sembako dari pemerintah senilai Rp600 ribu. Semoga bantuan bermanfaat bagi keluara kami dan semoga bantuan ini bisa terus berlanjut,” harapnya.

Anggria mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterimanya, “Terima kasih Pak Jokowi, Kemensos, Pos Indonesia. Bantuannya sangat bermanfaat. Terima kasih,” ungkapnya. (*/ila) Editor : Administrator
#PKH #Kemensos RI #bansos #PT Pos