Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

ESDM Tegaskan Harga BBM Bersubsidi Tak Naik, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Magang Radar Jogja • Minggu, 8 Maret 2026 | 13:56 WIB

Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU (Pinterest).
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU (Pinterest).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan di tengah dinamika konflik di Timur Tengah.

Pemerintah juga menjamin ketersediaan stok energi nasional dalam kondisi aman sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan pemerintah telah memastikan ketersediaan energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang periode Idul Fitri.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, tidak melakukan penimbunan yang nantinya justru bisa menyebabkan kelangkaan,” ungkap Anggia, Jumat (6/3), dikutip dari ANTARA.

Menurut Anggia, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga telah menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite, tidak akan dinaikkan meskipun terjadi gejolak harga minyak dunia akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Lonjakan harga minyak global memang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Harga minyak Brent tercatat naik sekitar 4,93 persen menjadi 85,41 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) meningkat 8,51 persen menjadi 81,01 dolar AS per barel.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak pada Januari 2026 yang berada di kisaran 64 dolar AS per barel untuk Brent dan sekitar 57,87 dolar AS per barel untuk WTI.

Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi tersebut tidak berdampak pada harga BBM bersubsidi di dalam negeri. ESDM juga memastikan distribusi bahan bakar ke berbagai wilayah tetap berjalan normal agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) juga meminta masyarakat di Aceh tidak panik karena pasokan BBM dan LPG dinilai cukup hingga Idul Fitri.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari peningkatan stok (build up stock), penguatan sarana distribusi, hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Menurut Fahrougi, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar, aman, dan terukur, sekaligus mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi energi menjelang hari besar keagamaan.

Penulis: Ferry Aditya

Editor : Bahana.
#ESDM #BBM #panic buying