YOGYAKARTA – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah laut tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari pukul 01.06 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 8,98° LS dan 111,17° BT, atau sekitar 89 km tenggara Pacitan, dengan kedalaman sangat dangkal hanya 10 km.
Guncangan kuat dirasakan masyarakat di berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk Yogyakarta, Bantul, Solo, Blitar, Tulungagung, Malang, hingga Semarang.
Banyak warga yang terbangun dari tidur karena getaran yang berlangsung cukup lama, sekitar 2–3 menit.
Beberapa saksi mata di Yogyakarta melaporkan goyangan awalnya terasa ringan, kemudian semakin kuat hingga membuat lonceng angin berbunyi dan warga panik. “Kerasa banget di Jogja, mirip gempa 2006 dulu,” tulis salah seorang warganet di media sosial.
Di Blitar dan Tulungagung, getaran juga dilaporkan sangat kencang, membuat warga deg-degan dan gemetar.
BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Namun, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Hingga beberapa jam setelah kejadian, BMKG telah mencatat beberapa gempa susulan kecil di sekitar wilayah yang sama, dengan magnitudo di bawah 3,0.
Wilayah pesisir selatan Jawa diminta untuk berhati-hati, meskipun BMKG belum mengeluarkan peringatan dini tsunami. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan signifikan maupun korban jiwa.
Tim BPBD di berbagai daerah masih melakukan pendataan dan pemantauan.
Warga diimbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari BMKG, dan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan.
Jika merasakan gempa susulan kuat, segera lakukan evakuasi ke tempat terbuka yang aman.Sumber: BMKG (@infoBMKG) dan laporan warga di media sosial. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin