RADAR JOGJA - Sejumlah pengguna aplikasi Telkomsel melaporkan adanya notifikasi tidak wajar yang muncul pada Rabu malam (3/9/2025).
Notifikasi tersebut menampilkan gambar empat orang mengenakan topeng dengan tulisan “NO SYSTEM IS SAFE”, yang berarti tidak ada sistem yang aman.
Kejadian serupa ternyata juga dilaporkan terjadi pada beberapa server di Turki, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna terkait kemungkinan adanya serangan siber.
Telkomsel segera memberikan klarifikasi atas insiden tersebut.
Pihak perusahaan memastikan bahwa notifikasi itu tidak memengaruhi keamanan maupun kerahasiaan data pelanggan.
Menurut laporan yang beredar, mayoritas pengguna yang menerima notifikasi aneh tersebut adalah pemilik perangkat iOS dari Apple.
Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, dalam keterangannya kepada Kompas menegaskan bahwa perusahaan telah melakukan penanganan teknis agar pelanggan tidak lagi menerima notifikasi serupa di kemudian hari.
Meski demikian, penjelasan resmi tersebut tidak serta-merta meredam spekulasi publik.
Sejumlah pengguna media sosial menduga insiden itu merupakan hasil peretasan yang berhasil menyusup ke sistem Telkomsel.
Kecurigaan ini diperkuat dengan isi pesan “NO SYSTEM IS SAFE”, yang kerap diasosiasikan dengan slogan kelompok peretas internasional untuk menunjukkan celah keamanan suatu sistem.
Menariknya, frasa “No System Is Safe” sejatinya merupakan tagline dari film asal Jerman berjudul Who Am I yang dirilis pada tahun 2014.
Bahkan, gambar yang muncul pada notifikasi misterius tersebut diambil langsung dari salah satu adegan dalam film tersebut, di mana tokoh-tokoh peretas mengenakan topeng khas mereka.
Fakta ini membuat sebagian pengamat menilai bahwa pesan tersebut kemungkinan besar bukan sekadar bug teknis, melainkan aksi simbolik yang terinspirasi dari budaya populer.
Hingga kini, Telkomsel belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait dugaan adanya serangan siber.
Perusahaan hanya menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan data pelanggan dan memastikan layanan tetap berjalan normal. (Nugrahaningtyas)
Editor : Meitika Candra Lantiva