Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cerita Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Selamat Berkat Liferaft Hingga Kehilangan Isteri

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:07 WIB

 

KARAM: KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, sejumlah korban berhasil selamat.
KARAM: KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, sejumlah korban berhasil selamat.

RADAR JOGJA - Kapal Motor Penyeberangan Tunu Pratama Jaya (KMP Tunu Pratama Jaya) tenggelam di Selat Bali pada Selasa (2/7/2025) menjadi pengalaman pahit bagi penumpang yang selamat dari musibah tersebut.

Mengutip dari Radar Bali, penumpang selamat; Rico, Farid, Imron, Bejo Santoso dan Febrian menceritakan peristiwa mencekam tersebut.

Malam itu KMP Tunu Pratama Jaya berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali.

Kapal meninggalkan pelabuhan pukul 22.56 WIB.

Saat itu suasana masih aman. 

Para penumpang masih menikmati alunan gelombang laut hingga beberapa dari mereka terjaga dalam lelap.

Cerita Penumpang Selamat

Rico, salah satu anak buah kapal selamat dalam insiden tersebut.

Pria asal Banyuwangi itu menceritakan bahwa dirinya bagian dari kru kapal.

Dia bertugas memarkirkan kendaraan di dek kapal.

Malam itu, usai menjalankan tugasnya dan kapal pun mulai melaju. Ia terlelap dalam hening.

Kemudian dia merasakan keanehan, hingga ia pun terbangun dari tidurnya.

"Sempat tidur dan terbangun saat kapal miring," ungkapnya.

Menurutnya, peristiwa itu berlangsung cepat.

Dari awal kapal miring hingga kapal tenggelam hanya sekitar 3 menit.

Sadar kapal tidak beres, Rico pun bergegas mencari liferaft (rakit penyelamat)

Sebagai bagian dari kru kapal, mudah baginya untuk menemukan liferaft.

Kemudian Rico meraih liferaft dan sempat membantu penumpang lain yang berenang di laut.

Baca Juga: Kuota Dua Sekolah SMP Negeri di Bantul Tidak Terpenuhi, Ini Menjadi Penyebabnya...

Saat itu kondisi kapal mulai tenggelam. 

”Sekitar 6 orang saya bantu naik menyelamatkan diri,” ujarnya.

Rico menyebut ada sekitar 16 orang yang berada di liferaft.

Rico dan penumpang lainnya, terombang ambing di tengah laut hingga akhirnya diselamatkan nelayan dan mendarat di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

Farid, salah satu penumpang KMP Tunu Pratama Jaya dan lolos dari maut.

Dia merupakan seorang nelayan yang kebetulan menumpangi kapal tersebut.

Farid yang merupakan warga Banyuwangi ini menceritakan bahwa saat insiden tersebut dirinya tidak mendengar peringatan apapun sebelum kapal tenggelam.

Seperti beberapa penumpang lainnya, ia asik mengobrol.

"Tiba-tiba, penumpang mobil travel yang sedang mengobrol dengan temannya, merasa kapal miring ke kanan dan semua orang teriak ketakutan," ungkapnya.

Saat itu ia bergegas meraih life jacket (jaket pelampung).

”Waktu kapal miring, saya lompat dari kapal,” ujar Farid. Ia pun tak sempat menyelamatkan barang-barang bawaan.

Dia merasakan dari kapal miring hingga tenggelam prosesnya begitu cepat, sekitar 3 menit.

Saat ia terapung di laut, beruntung dia dapat menjangkau liferaft yang tidak jauh darinya.

Senada dengan Farid, Imron, penumpang lain juga melompat ke laut dan menemukan life jacket.

Saat sudah mengapung, tepat di belakangnya ada liferaft dan bergegas menaikinya.

Demikian dengan Bejo Santoso, yang selamat berkat liferaft.

Iya menyebutkan tragedi mencekam itu berlangsung cepat dari mulai kapal miring hingga tenggelam.

 

Dia sempat mendapatkan pertolongan saat melompat ke laut.

Terombang ambing di lautan, Bejo kemudian diselamatkan nelayan dibawa ke Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru.

Saat itu, kapal nelayan dieselnya sempat dalam kondisi mati sehingga bisa mendengar teriakan para penumpang dari liferaft.

Febian Kehilangan Isteri

Febrian, 27, asal Rogojampi, Banyuwangi juga menjadi korban insiden tersebut.

Saat melompat ke laut bersama istrinya, Cahyani, mereka sudah menggunakan life jacket.

Saat kapal miring dan tenggelam, dia bersama isterinya melompat ke laut.

Mereka sempat tenggelam dan ketika hendak ke permukaan istrinya tidak muncul lagi.

Life jacket istrinya diduga lepas karena hanya terpasang dan tidak terikat.

”Kemungkinan lepas di bawah air. Saya teriaki sudah tidak ada," ujarnya.

Febrian menaiki liferaft dan diselamatkan nelayan ke Pantai Pebuahan.

Sedangkan istrinya ditemukan nelayan dalam kondisi sudah meninggal di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru.

Moment ini menjadi pengalaman pahit baginya. Pasalnya dia kehilangan orang yang dicintainya.

”Istri saya ditemukan (meninggal, Red) di pantai Banyubiru itu," terangnya.

Editor : Meitika Candra Lantiva
#selat bali #Liferaft #KMP Tunu Pratama Jaya #Kehilangan Isteri #KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali #Cerita Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya #penumpang selamat #KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam #selamat #banyuwangi