RADAR JOGJA – Sebuah video viral memperlihatkan aksi polisi lalu lintas dari Polrestabes Palembang yang mengejar dan menghentikan sebuah mobil boks pengangkut pisang di depan Gerbang Tol Keramasan.
Kejadian ini terjadi setelah sopir mobil boks tersebut diduga membawa narkoba jenis sabu, yang akhirnya memicu ketegangan antara sopir dan petugas di lapangan.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, sang sopir tampak tidak terima dengan tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Ia bahkan langsung merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya sebagai bukti.
"Saya cari nafkah, surat saya lengkap. Tapi saya dituduh bawa sabu," ucap sopir dalam rekaman yang kini viral.
Situasi semakin emosional ketika anak sopir yang berada di dalam mobil menangis ketakutan melihat ayahnya dipaksa turun, sementara polisi merampas kunci kendaraan dan diduga mengintimidasinya.
Polisi Sebut Mobil Gunakan Pelat Palsu
Menanggapi kejadian ini, Kasatlantas Polrestabes Palembang AKBP Yenny Diarty menegaskan bahwa anggotanya telah bertindak sesuai dengan prosedur standar operasional (SOP).
Menurutnya, mobil boks tersebut dihentikan karena ditemukan indikasi menggunakan pelat nomor palsu dan sopirnya tidak mengenakan sabuk pengaman.
"Anggota kami bertindak berdasarkan kecurigaan terhadap pelanggaran yang dilakukan. Selain pelat nomor yang diduga palsu, sopir juga tidak mengenakan sabuk pengaman, yang merupakan pelanggaran lalu lintas," jelas AKBP Yenny.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait kasus ini.
Sementara itu, publik terus menyoroti kejadian tersebut, terutama setelah video rekaman sang sopir menjadi viral dan menuai berbagai reaksi di media sosial. (Adam Jourdi Alfayed)