RADAR JOGJA - Tragedi memilukan terjadi di perairan Sungai Truk, Dusun Seruntuk, Desa Kuala Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Seorang nelayan bernama Hendra (45) meregang nyawa setelah diterkam buaya pada Rabu, 22 Januari 2023, sekitar pukul 17.30 WIB.
Kejadian ini disaksikan langsung oleh rekannya, Herman, yang hanya bisa terpaku saat buaya besar menyeret Hendra ke dalam air.
Berdasarkan keterangan dari pihak berwenang, insiden tragis tersebut bermula saat Hendra bersama lima rekannya berangkat menggunakan pompong dari Dusun Sungai Rumah sekitar pukul 08.00 WIB.
Mereka menuju Sungai Truk untuk mencari siput, yang menjadi mata pencaharian mereka sehari-hari.
Setibanya di lokasi, Hendra dan Herman memutuskan untuk turun ke area hutan pinggir sungai demi mencari siput lebih banyak.
Setelah berjam-jam menyusuri hutan, keduanya memutuskan kembali ke pompong sekitar pukul 15.30 WIB.
Namun, siapa sangka, niat pulang itu berubah menjadi awal malapetaka.
Saat Hendra duduk di tepi pompong dan hendak mencuci kakinya dengan memasukkan kedua kakinya ke dalam air, tiba-tiba seekor buaya besar muncul dari kedalaman.
Buaya tersebut langsung menyambar kaki Hendra dengan kekuatan brutal. Tarikannya begitu kuat hingga Hendra terjatuh ke dalam sungai.
Herman, yang berada hanya beberapa langkah darinya, berusaha keras menolong, tetapi buaya itu sudah menyeret tubuh Hendra ke dalam air dalam hitungan detik.
Jeritan Herman memecah kesunyian sungai, namun tak ada yang bisa ia lakukan selain menyaksikan temannya hilang di telan sungai yang gelap.
Herman segera memberi tahu rekan-rekan lainnya tentang insiden tersebut dan melapor kepada Kepala Desa Tanjung Pasir.
Dalam waktu singkat, laporan tersebut diteruskan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 15.40 WIB.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora membenarkan insiden tersebut.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai.
"Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Namun, kami juga mengingatkan agar warga tidak melakukan tindakan balas dendam terhadap buaya, mengingat satwa ini termasuk hewan yang dilindungi," ujar Farouk.
Jenazah Hendra yang tewas disambar buaya pun berhasil dievakuasi, pada Rabu (22/1/2025) malam, setelah dilakukan pencarian.
Jasad korban ditemukan dengan kondisi sejumlah luka akibat gigitan buaya.
Saat ini jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga.
Insiden ini menjadi peringatan tragis bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil sungai, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman satwa liar.
"Kami tidak pernah menyangka, Hendra akan pergi dengan cara seperti ini," ujar Herman sambil terisak.
"Kami hanya ingin mencari nafkah, tetapi sungai ini merenggut nyawanya," imbuh dia. (Adam Jourdi Alfayed)