MUNGKID - Penataan batu di situs Candi Lumbung masih berproses. Saat ini, bebatuan yang disusun baru memperoleh lapis ke-11.
Rencananya, penataan bebatuan Candi Lumbung itu selesai pada akhir September tahun ini.
Sebelumnya, situs Candi Lumbung terletak di Dusun Tlatar, Krogowanan, Sawangan.
Hanya saja, status lahan yang ditempati adalah milik pribadi dan kontrak sejak 2011.
Sementara pemilik lahan enggan melepaskan tanahnya untuk dibeli oleh pemerintah sebagai lokasi permanen Candi Lumbung.
Selain itu masyarakat juga menginginkan agar Candi Lumbung dikembalikan ke lokasi semula, yakni Desa Sengi, Dukun.
Karena menjadi situs yang tidak terpisahkan dari dua candi lainnya, Asu dan Pendem yang berada di Desa Sengi.
Koordinator pemindahan Situs Candi Lumbung pada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Eri Budiarto mengatakan, proses pemindahan bebatuan candi dari Krogowanan menuju Sengi sudah rampung.
Tinggal menyelesaikan proses penataan batu di lokasi baru.
Perancah dari balok kayu sudah terpasang di tiap sudut candi yang berfungsi untuk menaikkan bebatuan candi.
"Karena susunan batunya semakin tinggi sehingga diperlukan perancah untuk menata batu yang ada di bagian atas, sampai nanti di atapnya," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (2/6/2024).
Dia menyebut, penataan bebatuan itu sudah dikerjakan mulai April 2024. Rencananya akan selesai pada akhir September 2024. Saat ini, kata Eri, proses penataan sudah mencapai lapis batu ke-11.
Sementara hingga susunan teratas, ada sekitar 21 lapis batu.
Eri menambahkan, tanah yang digunakan Candi Lumbung saat ini memanfaatkan tanah kas Desa Sengi.
Pemerintah desa sebelumnya sudah sepakat untuk menyediakan lahan agar Candi Lumbung kembali ke Desa Sengi.
Rencananya, begitu proses penataan Candi Lumbung rampung, akan digelar doa bersama dari komunitas umat Hindu.
"Sewaktu buat pondasi awal, juga ada doa bersama. Jadi, nanti ketika pemindahan selesai, ada doa bersama juga. Waktunya belum tahu kapan," paparnya. (aya)
Editor : Meitika Candra Lantiva