RADAR JOGJA-Kampus Universitas Muhammadiyah Maumere, Kabupaten Sikka, Nussa Tenggara Timur (NTT) memberikan kemudahan bagi para mahasiswanya. Pasalnya, mereka diperbolehkan untuk membayar uang kuliah dengan menggunakan hasil bumi. Seperti pisang, kelapa, ikan kering, batu merah, hingga sarung.
Kebijakan tersebut sudah diberlakukan sejak tahun 2018 silam. Hal ini merupakan salah satu bagian dari upaya kampus, untuk menghadirkan perguruan tinggi yang dapat ditempuh oleh semua kalangan.
Baca Juga: Siap-Siap, Gaji Pekerja Swasta Bakal Dipotong 3 Persen Untuk Iuran Tapera Setiap Tanggal 10
Berdasarkan informasi yang diambil dari beberapa sumber, pada tahun 2018 silam, tepatnya sebelum COVID-19 memasuki wilayah NTT. Ada seorang mahasiswi yang tidak bisa mengikuti ujian akhir semester (UAS), dengan alasan masih memiliki tunggakan biaya kuliah.
Baca Juga: Butuh Waktu 3,5 Jam Untuk Keluarkan Mayat dalam Toren di Pondok Aren, Begini Prosesnya..
Setelah didiskusikan, diketahui bahwa mahasiswi tersebut memiliki hasil bumi berupa pisang dan juga kelapa. Pihak kampus pun meminta mahasiswi tersebut untuk membawanya. Tanpa rasa malu, ia langsung membawakan satu truk kayu masuk kampus.
Baca Juga: Mengapa 6 Zodiak Ini Selalu Menunda Pekerjaan? Temukan Alasannya di Sini!
Masalah serupa juga dialami oleh seorang mahasiswa di kampus tersebut. Kemudian ia diminta untuk membawa hasil kebunnya berupa alpukat. Oleh pihak kampus, kemudian alpukat tersebut dijual ke para dosen, pegawai, hingga kepada masyarakat di luar kampus.
Tidak hanya itu saja, Universitas Muhammadiyah Maumere juga menerapkan sistem pembayaran dengan dicicil tiga kali. Apabila mahasiswa-nya masih belum mampu untuk melunasinya, pihak kampus juga tidak segan untuk memberikan dispensasi.***
Editor : Iwa Ikhwanudin