Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nelayan Amerika Viral di TikTok, Balas Komentar Netizen dalam Bahasa Jawa dan Sunda

Cici Jusnia • Selasa, 9 April 2024 | 20:35 WIB
Seorang Nelayan AS Balas Komentar Pakai Bahasa Jawa dan Sunda. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Tiktok/@jacobcortez1984
Seorang Nelayan AS Balas Komentar Pakai Bahasa Jawa dan Sunda. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Tiktok/@jacobcortez1984

RADAR JOGJA - Sebuah video TikTok menampilkan seorang nelayan udang dari Louisiana, Amerika Serikat, tiba-tiba menjadi viral di media sosial setelah menarik perhatian warganet Indonesia.

Jacob Cortez, nelayan yang membagikan momen ketika ia memanen crawfish (udang) dari rawa-rawa yang penuh tumbuhan air, memperoleh sorotan luas melalui akun TikTok-nya @jacobcortez1984.

Dalam video yang beredar luas, Jacob terlihat menggunakan perangkap untuk menangkap udang dari perairan rawa-rawa, kemudian memindahkannya ke kapal yang ia kemudikan.

Namun, yang membuat konten ini menjadi perbincangan hangat adalah interaksi yang terjadi antara Jacob dan warganet Indonesia, terutama ketika mereka menggunakan bahasa Jawa atau Sunda dalam berkomentar.

Meskipun komentar-komentar yang ditujukan kepada Jacob dalam bahasa daerah Indonesia, seperti bahasa Sunda dan Jawa, namun Jacob tetap berusaha menjawab dengan tanggap.

Sebagai contoh, ketika seorang warganet menanyakan, "Sabaraha bulan sakali panen na mang?" (Berapa bulan sekali panen, om?), Jacob menjawab dengan bahasa Inggris, "We usually fish for 6 to 8 month." (Kami biasanya menangkap udang selama 6 hingga 8 bulan).

Tidak hanya itu, dalam dialog lain, seorang warganet bertanya, "Ngono kui dimasak opo biasane pakdhe?" (Begini kok, itu dimasak apa biasanya, om?) dan Jacob menjawab dengan singkat, "I sell to market." (Saya menjual ke pasar), sambil menambahkan emotikon ketawa.

Interaksi unik ini mungkin terjadi berkat fitur terjemahan yang tersedia pada media sosial.

Meskipun Jacob menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama komunikasinya, mungkin karena keterbatasan dalam memahami bahasa Indonesia, namun ia tetap berusaha memberikan respons terhadap komentar-komentar yang diterimanya.

Kehadiran Jacob di platform TikTok memberikan pandangan yang menarik tentang kehidupan seorang nelayan di Amerika Serikat kepada pengguna di Indonesia dan di seluruh dunia.

Melalui video-videonya, Jacob tidak hanya membagikan proses penangkapan udang, tetapi juga memperkenalkan budaya dan cara hidup di daerah rawa-rawa Louisiana kepada penontonnya.

Interaksi ini menunjukkan bagaimana media sosial mampu menghubungkan orang-orang dari berbagai budaya dan latar belakang.

Baca Juga: Penyapu Koin di Indramayu Kena Seruduk Pengendara Motor saat Mudik, Netizen Geram: SDM Rendah!

Jacob Cortez menjadi contoh bagaimana sebuah konten sederhana dapat memperluas wawasan dan pemahaman lintas budaya di dunia maya.

Editor : Bahana.
#Jacob Cortez