RADAR JOGJA - Bulan puasa memang identik dengan Pasar Ramadhan karena momennya sangat tepat.
Beberapa daerah juga memiliki Pasar Ramadhan dengan nama yang terkadang cukup unik, seperti di Yogyakarta.
Di Yogyakarta misalnya. Terdapat Pasar Ramadhan yang cukup populer.
Selain Kampung Ramadhan di Masjid Jogokariyan, ada pula Pasar Ramadhan di Desa Sorosutan, Umbulharjo yang memiliki nama unik.
Nama ini justru mengingatkan kita dengan kondisi Jalur Gaza di Palestina yang tak lepas dari medan konflik.
Ya, Pasar Ramadhan ini dikenal dengan sebutan Jalur Gaza.
Kok bisa disebut Jalur Gaza? Yuk Simak!
Sebenarnya Jalur Gaza merupakan Pasar Ramadhan yang sama seperti biasanya yaitu menjual berbagai macam kuliner, mulai dari yang lokal bahkan nusantara.
Lokasinya berada di Jalan Nitikan, Desa Nitikan, Desa Sorosutan , Umbulharjo, Kota Jogja.
Letaknya di sisi kanan dan kiri permukaan jalan, sehingga jika ingin berpindah harus melewati jalan utama.
Tidak diketahui secara pasti, kapan istilah Jalur Gaza di Yogyakarta ini muncul.
Namun, dinamakan Jalur Gaza, merupakan singkatan dari 'Jajanan Lauk Sayur Gubuk Ashar Zerba Ada'.
Unik memang, entah siapa yang pertamakali menamakan sebutan tersebut.
Jalur Gaza buka selama 30 hari penuh mulai pukul 15:00 hingga 17:45 WIB.
Dilansir dari channel YouTube Pak Dokter, pasar biasanya baru ramai sekitar pukul lima sore.
Jadi tak heran kalau tempat ini panjangnya satu mil karena ramai sekali.
Pasalnya, berbagai masakan dijual di Jalur Gaza mulai dari Rp 500 - Rp 5.000.
Keberadaan tempat ini menjadi pusat kegiatan ekonomi menghidupkan perekonomian warga sekitar.