RADAR JOGJA - Masyarakat etnis Tionghoa khususnya warga Indonesia akan merayakan Imlek dengan ucapan syukur atas rezeki yang telah diberikan selama tahun sebelumnya.
Selain itu, perayaan Imlek juga menjadi simbol harapan agar tahun ini menjadi tahun yang berkah dan lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Perayaan hari raya Imlek juga sangat bervariasi dan juga spesifik.
Akan tetapi pada dasarnya, tujuan perayaan hari raya konghucu yang satu ini adalah untuk menyatukan umat Konghucu, mengenang para leluhur, dan juga menguatkan iman dalam doa bersama untuk menapaki kemakmuran menuju tahun yang baru.
Didalam perayaan tahun baru Imlek ini ada beberapa simbol tradisi, simak berikut ini :
Lentera Warna Merah
Memiliki makna sebagai penangkal sial
Amplop Merah
Pada saat perayaan tahun baru imlek bagi yang merayakan akan membagikan uang dengan amplop warna merah kepada anak – anak dan mereka yang belum menikah yang mana hal ini memiliki makna untuk mengusir roh jahat.
Simbol Naga
Biasanya saat perayaan imlek aka nada tarian naga dengan menggerakkan kepala naga yang diusung menggunakan tongkat yang mana memiliki arti membawa keburuntungan dan kemakmuran.
Baju Baru Warna Merah
Menggunakan pakaian baru pada hari pertama perayaan Imlek diyakini dapat menakuti roh jahat dan mencegah nasib buruk.
Selain itu, memakai pakaian baru dari ujung kepala hingga ujung kaki juga melambangkan awal baru pada tahun yang baru pula.
Menyalakan Kembang Api
Sama halnya seperti merayakan tahun baru pada umunya, pada saat perayaan Imlek ini juga turut menyalakan kembang api yang sudah menjadi tradisi sejak abad ke 7 masehi yang bertujuan untuk menakuti roh jahat.
Itulah beberapa simbol – simbol tradisi perayaan tahun baru Imlek yang identik dengan warna merah. (Rattiantic / Radar Jogja)
Baca Juga: Punya Golongan Darah AB ? Hati-Hati ! Penyakit Ini Bisa Menyerang !
Editor : Meitika Candra Lantiva