RADAR JOGJA - Ki Juru Mertani adalah sosok tokoh yang cerdik dan merupakan salah satu perintis Kesultanan Mataram.
Ki Juru Mertani menjabat sebagai patih pertama dalam sejarah Kesultanan Mataram yang bergelar Kyai Adipati Mandaraka.
Adipati Mandaraka sangat visioner dan dikenal sebagai Patih yang memerintahkan penghijauan seluruh wilayah Kesultanan Mataram.
Dikisahkan, Ki Juru Martani tidak hanya cerdik saja, akan tetapi juga memiliki kesaktian yang tinggi.
Meskipun di dalam babad atau cerita, ia tidak pernah diceritakan bertarung melawan musuh.
Dalam Babad Tanah Jawi mengisahkan, Sutawijaya memiliki putra sulung bernama Raden Rangga yang suka memamerkan kesaktiannya.
Dan suatu hari ketika Raden Rangga disuruh pergi ke rumah Ki Juru Martani untuk berguru.
Pemuda itu pun berangkat dengan setengah hati karena merasa lebih kuat daripada Ki Juru Martani.
Namun sesampainya di tujuan, Ki Juru Martani ternyata sedang salat. Raden Rangga lalu menunggu di teras mushala sambil iseng melubangi batu lantai menggunakan jari.
Ki Juru Martani yang selesai salat lalu muncul dari dalam dan mengatakan kepada Raden Rangga kalau batu mushala tersebut keras, maka jangan buat mainan.
Lalu tak disangka, seketika itu juga, Raden Rangga tidak mampu lagi melubangi batu mushala dengan jarinya.
Sejak itulah, Raden Rangga pun mau berguru kepada Ki Juru Martani dengan sepenuh hati.
Karena Raden Rangga yakin kalau orang tua yang dianggapnya lemah dan tidak pernah bertarung itu ternyata menyimpan kesaktian yang luar biasa.
Ki Juru Martani sendiri adalah sosok menjabat sebagai patih Kesultanan Mataram sejak pemerintahan Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati pada tahun 1586-1601.
Lalu dilanjutkan pada pemerintahan Mas Jolang putra Sutawijaya yang memerintah pada tahun 1601-1613.
Pasca itu digantikan oleh Adipati Martapura putra Mas Jolang yang menjadi raja satu hari, dan dilanjutkan Sultan Agung putra Mas Jolang lainnya yang naik takhta sejak tahun 1613.
Ki Juru Martani alias Adipati Mandaraka meninggal dunia pada tahun 1615.
Kedudukannya sebagai patih Mataram kemudian digantikan oleh Tumenggung Singaranu.
Dengan demikian, Ki Juru Martani bisa dikatakan mengabdi untuk Mataram dalam waktu yang sangat lama.
Ya seperti ikut membuka Alas Mentaok menjadi desa Mataram, sampai awal pemerintahan Sultan Agung, cicit Ki Ageng Pemanahan.
Sultan Agung memerintah sampai tahun 1645 kemudian digantikan oleh putranya, bergelar Amangkurat I yang lahir dari permaisuri keturunan Ki Juru Martani. (ayu)
Editor : Meitika Candra Lantiva