Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Three-Finger Salute, Simbol Solidaritas dan Perlawanan dalam Aksi Demonstrasi

P
Penulis: Perawati❯
Penggunaan three finger salute oleh demonstran di Bundaran HI, Jakarta pada Rabu (28/10/2026). (Foto: Threads @vkareye)
Penggunaan three finger salute oleh demonstran di Bundaran HI, Jakarta pada Rabu (28/10/2026). (Foto: Threads @vkareye)

Advertisement

Penggunaan simbol tiga jari atau three-finger salute kian sering mewarnai aksi demonstrasi di berbagai daerah hingga ramai diunggah ulang di media sosial.

Gestur mengacungkan jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis ini bukan sekadar lambang biasa, melainkan simbol solidaritas, perlawanan, serta penolakan terhadap kekuasaan otoriter.

Berdasarkan ulasan akun Instagram resmi BEM UI di @bemui_official, gestur ini terinspirasi dari fiksi dalam film populer The Hunger Games.

Advertisement

Dalam jalan ceritanya, acungan tiga jari awalnya merupakan bentuk salam penghormatan yang kemudian bertransformasi menjadi simbol perlawanan terhadap penguasa.

Selain adopsi dari budaya populer, simbol tiga jari juga kerap dikaitkan dengan pilar Revolusi Prancis, yaitu liberté, égalié, dan fraternité yang berarti kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.

Advertisement

Meski makna spesifiknya kerap disesuaikan dengan konteks Isu lokal di masing-masing negara, acungan tiga jari ini tetap memegang inti pesan yang sama, yakni panggilan solidaritas tanpa kata.

Nilai-nilai inilah yang membuat gestur ini mudah diterima oleh kelompok demonstran di berbagai negara.

Di kancah internasional, three-finger salute pernah digunakan secara masif di Thailand pada 2014 saat aksi penolakan kudeta militer. para demonstran mengacungkan tiga jari sebagai bentuk protes bisu menolak otoritarianisme.

Gestur serupa juga diadopsi pengunjuk rasa di Myanmar pada Februari 2021 untuk melawan pengambilalihan kekuasaan oleh militer.

Penggunaan elemen budaya populer dalam aksi perlawanan sosial sebenarnya bukan hal baru. Sebelum populernya simbol tiga jari, ikon lain seperti karakter Pepe the Frog sempat ramai digunakan dalam aksi protes di Hong Kong pada 2019.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pencoretan saat Demonstrasi Barawal dari Spontanitas

Pencoretan saat Demonstrasi Barawal dari Spontanitas

Puluhan mahasiswa ISI Yogyakarta bersama sejumlah elemen mahasiswa menggelar aksi solidaritas di depan Mapolda DIY, Rabu (4/11/2026), menyusul pemeriksaan terhadap mahasiswi ISI Yogyakarta, Magenta, terkait dugaan ..

Wisatawan di Tugu Ikut Ditangkap, Aliansi Jogja Memanggil: Ada 32 Korban Represif Aparat dan Preman

Wisatawan di Tugu Ikut Ditangkap, Aliansi Jogja Memanggil: Ada 32 Korban Represif Aparat dan Preman

JOGJA - Aliansi Jogja Memanggil mencatat ada 32 korban represif dari aparat dan preman dalam demonstrasi peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026 lalu. Korban tidak hanya dari kalangan mahasiswa dan massa aksi,

Ketua Majelis GPIB Marga Mulya Jogja Pdt. Jimmy Marcos Immanuel Sormin Serukan Three Finger Salute

Ketua Majelis GPIB Marga Mulya Jogja Pdt. Jimmy Marcos Immanuel Sormin Serukan Three Finger Salute

Gestur tiga jari atau three finger salute yang identik dengan aksi demonstrasi mulai dilakukan oleh pendeta-pendeta gereja. Tidak terkecuali di Yogyakarta. Salah satunya oleh Ketua Majelis Gereja Protestan di Indonesia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer